MPPI Bertekad Wujudkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Minggu, 27 Agu 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Amran Sulaeman mengukuhkan kepengurusan Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI)  periode 2017-2022. Organisasi ini dipimpin okey Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron.

Herman Khaeron menegaskan, organisasi yang dipimpinnya berkomitmen mengonsolidasikan seluruh potensi. Organisasinya juga berupaya memberikan kontribusi besar dan positif dalam upaya menuju swasembada pangan dan bahkan pada 2045 menuju lumbung pangan dunia.

“Selama ini pelaku usaha benih dan bibit saling bertarung dan berjalan masing-masing sehingga mimpi mewujudkan swasembada pangan masih sulit dicapai. Padahal, kunci sukses swasembada, kedaulatan dan kemandirian pangan ada di benih karena benih adalah sumber kehidupan,” tuturnya, di Jakarta, Senin (21/8).

Ia menambahkan, pihaknya akan sejalan dengan pemerintah dalam menentukan prioritas bibit dan benih yang akan dipakai guna mendukung program swasembada. Dengan dukungan pemerintah, Herman yakin visi pemerintah dapat dicapai, karena pasar bibit dan benih semakin menjanjikan.

“Dengan kerja sama pemerintah, penangkar ada kepastian pasar, kepastian usaha, pemerintah juga akan menampung. Kami sebagai pelaku juga bisa mengembangan usaha sekaligus mengembangkan varietas-varietas baru,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam sambutannya, mengatakan, be komitmen untuk dapat menghentikan impor benih dan bibit pangan guna mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional.

“Kalau bisa, kita hentikan impor ini. Kita komitmen, jangan biarkan impor bibit masuk Indonesia, karena benih dan bibit memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional,” tandasnya.

Begitu pentingnya, ia menyebut tidak boleh ada kesalahan dalam pengadaan bibit dan benih karena kesalahan akan berujung pada penyesalan.

Di masa mendatang, Amran mendorong sinergi dengan MPPI dalam pengadaan bibit dan benih pangan nasional. Organisasi tersebut dinilai memiliki peran strategis karena memiliki anggota dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha hingga birokrat.

“Ke depan rencana pengadaan bibit dan benih pangan kami ingin sinergi dengan MPPI untuk mengawal benih ini,” katanya. (tety)