Polisi Gadungan Ditembak Polisi

Selasa, 29 Agu 2017

JAKARTA – Mengaku bias membebaskan tersangka pelaku narkoba, Polisi gadungan berpangkat Inspektur Satu (Iptu) ditembak petugas di rumah selingkuhannya, Kalideres, Jakarta Barat, kemarin. Polisi terpaksa menembak pelaku, karena berusaha melawan saat akan ditangkap.

Pelaku bernama Eka Supriyadi, 30, berusaha melukai polisi dengan menusuknya pakai obeng, namun usahanya tidak berhasil karena aksinya terhenti setelah dihadiahi timah panas menembus kaki kanannya.
Sementara itu, cewek selingkuhannya Fi, 28 yang selalu berduet dalam melakukan aksi tipu-tipu langsung menyerah. “Pak, ampun. Jangan tembak saya,” ucap Fi berambut seleher itu.

Dari tersangka, petugas Polsek Metro Kalideres menyita uang Rp8 juta diduga hasil menipu, obeng, air soft gun, satu kalung emas, satu kulkas dan satu kompor gas.

Sepak terjang Eka dalam menjalankan aksi tipu-tipunya sebagai anggota Polri sekilas meyakinkan. Tubuhnya atletis dan berpenampilan layaknya anggota reserse membuat orang percaya jika dia polisi. “Saya percaya, penampilan dan bicaranya kayak polisi,” tutur pasangan suami isri Agus Gunawan dan Ny. Diana, korban penipuan Eka.

Korban ditipu Eka berawal saat meminta bantuan lantaran dua putra mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ditahan di Polres Metro Jakarta Barat.

“Suami istri ini kenal tersangka lewat perantara Pipit yang berperan mencari calon korban yang keluarganya ditahan polisi karena kasus narkoba,” terang Kapolsek Metro Kalideres, Kompol Efendi.

Kepada suami istri ini, Eka mengatakan, sanggup membebaskan putra mereka asalkan disediakan uang Rp35 juta. Tanpa curiga korban menyanggupinya. Hanya saja setelah uang diserahkan, Eka kembali meminta tambahan Rp35 juta dengan alasan urusannya bocor sehingga rekan-rekannya minta jatah juga.

“Saat itulah korban curiga lalu melapor ke kami,” ungkapn Kanit Reskrim AKP Syafri Wasdar.

Saat penyerahan uang kedua itu, polisi mengatur siasat untuk menyergapnya. Ketika disergap, tersangka melawan pakai obeng sehingga dilumpuhkan dengan tembakan, sedangkan wanita rekan duetnya menyerah.

“Selain Agus dan Ny Diana, ada juga korban lainnya, yakni Hardi sebesar Rp60 juta dari jumlah yang diminta Eka Rp100 juta,” tambahnya.

Dalam melancarkan aksi tipu-tipunya Eka memposting foto-fotonya di akun Facebook. Fotonya mengenakan pakaian atau kaos layaknya anggota reserse, dan biasanya ditunjukkan kepada calon korbannya. Foto-fotonya itu lengkap dengan identitas dirinya sebagai anggota Resmob Polda Metro Jaya berpangkat Iptu Eka Supriyadi SH. Padahal Eka hanya seorang tukang ojek cuma jebolan SMP. (marolop)