Orang Gemuk Gampang Terkena Osteoartritis

Kamis, 31 Agu 2017
dr Dwi Purnomo Setyo Budi SpOT

JAKARTA (Pos Sore) — Jumlah penderita  osteoartritis di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Tercatat 12 persen dari populasi wanita Indonesia berusia di atas 65 tahun menderita penyakit tersebut. Sedangkan 15 persen laki-laki di atas usia 65 tahun mengalami hal serupa.

Menurut dr Dwi Purnomo Setyo Budi SpOT, osteoartritis adalah penyakit yang berkaitan dengan kerusakan tulang rawan sendi. Penyakit ini bisa menyerang semua persendian tapi terbanyak di sendi lutut dan pergelangan kaki.

“Osteoartritis kebanyakan dialami para lansia usia 65 tahun ke atas. Namun, tidak semua lansia kena penyakit ini, tergantung gaya hidupnya,” kata dokter spesialis Ortopedi di RS Siloam TB Simatupang ini dalam seminar kesehatan mengenai Kesehatan Sendi Dan Osteoartritis, di Jakarta, Sabtu (26/8).

Dikatakan penyebab utama penyakit ini adalah proses penuaan, traumatis, badan gemuk, dan faktor genetik. Orang tua gemuk lebih cepat diserang  osteoartritis. Sedangkan yang badannya kurus, sangat jarang terkena kecuali pernah mengalami trauma. Semisal kecelakaan yang membuat cidera pada persendian.

Adapun gejala klinisnya nyeri saat beraktivitas, pembengkakan, kaku, gangguan pergerakan, sendi bengkok seperti huruf O atau X. Nyeri biasanya terjadi pada malam hari atau saat bangun pagi susah berdiri karena sendiri lututnya nyeri dan kaku.

Untuk pengobatannya menurut Dokter Dwi, bisa dengan obat (oles, oral), injeksi ke dalam tulang, fisioterapi, dan bedah. Selain itu para penderita osteoartritis disarankan menghindari naik turun tangga, berjalan terlalu jauh, berdiri terlalu lama, dan mengonsumsi jeroan.

Ia mengungkapkan, nyeri sendi yang paling sering dikeluhkan itu menyerang sendi lutut dan panggul karena penyangga tubuh. Meski semua sendi bisa terserang, namun kebanyakan memang lutut dan panggul.

Karenanya, untuk mengurangi faktor resiko, pasien yang gemuk harus menurunkan berat badannya. Ini untuk mengurangi beban penyangga badan, lutut dan panggul.

Penderita nyeri sendi juga dilarang melakukan olahraga high impact seperti hindari loncat dan lari. Olahraga yang baik dilakukan bagi penderita nyeri sendi adalah renang dan bersepeda.

Pakar Ortopedi RS Siloam TB Simatupang Dokter M Sada Baskara menambahkan, penderita osteoartritis atau nyeri sendi banyak yang enggan mengobati penyakitnya karena takut operasi. Penyakit nyeri sendi ini bisa dicegah bila pasien mengubah gaya hidupnya.

“Minum jus sirsak tiap pagi sangat baik untuk penderita osteoartritis,” kata Sada. Penderita osteroartritis sebaiknya tak minum  kopi dan makanan yang gurih atau asin karena bisa membuat  sendi lembab dan akhirnya nyeri. (tety)