Danone Indonesia Terapkan Kebijakan Cuti Hamil dan Melahirkan 6 Bulan

Jumat, 1 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Saat ini banyak perusahaan yang menghadapi tantangan dalam pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik.

Kebijakan perusahaan yang ramah keluarga (family friendly) menjadi pembahasan yang menarik, mengingat banyak karyawan perusahaan yang memiliki peranan juga sebagai orang tua dalam mengoptimalisasi tumbuh kembang anak, terutama di 1000 Hari Pertama (1000 HPK).

Perusahaan Danone Indonesia menyadari hal ini. Danone pun menerapkan cuti 6 bulan pada karyawan perempuan yang melahirkan dan cuti 10 hari bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan. Kebijakan ini tanpa harus mengurangi hak-hak karyawan.

“Danone berkomitmen mendukung upaya pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik. Parental Policy ini sejalan dengan visi Danone,” kata Evan Indrawijaya, Direktur HR Danone ELN Indonesia.

Ia mengemukakan hal ITU dalam ‘Tumbuh Kembang Anak dan Dukungan Kebijakan Perusahaan’, yang diadakan Danone Indonesia, di Jakarta, belum lama ini. Menghadirkan narasumber Rohika Kurniadi Sari SH, MSi. Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan KPPPA, Dr. dr. Rini Sekartini SpA(K) – Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang, dan Luhur Budijarso, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI)

Menurut Evan, kebijakan perusahaan yang ramah keluarga (family friendly) diwujudkan tidak hanya dengan pemberian fasilitas kesehatan yang lengkap bagi seluruh karyawan beserta keluarga, namun juga dengan pemberian cuti hamil dan melahirkan selama 6 bulan tersebut.

“Ini adalah terobosan baru dalam dunia kerja di Indonesia mengingat UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 pasal 82 mengatur mengenai cuti hamil dan melahirkan yang diberikan selama 3 bulan,” katanya.

Selain cuti hamil dan melahirkan, inisiatif lain untuk mendukung 1000 HPK yang optimal, Danone Indonesia juga menyediakan ruang laktasi di setiap kantor dan pabrik yang dimiliki Danone. Fasilitas ini disediakan agar para karyawan perempuan dapat memberikan ASI eksklusif kepada anak untuk mendukung pemenuhan nutrisi di 1000 HPK.

“Perhatian pada persoalan tumbuh kembang anak ini bahkan telah dimulai sejak karyawan perempuan hamil, dengan adanya Duta Gizi yang bertugas untuk memastikan sang ibu dapat memberikan nutrisi yang sesuai bagi anaknya sejak dalam kandungan,” jelas Evan.

Cuti hamil dan melahirkan sendiri termasuk dalam deklarasi Universal Hak Asasi Manusia di PBB, yang menyatakan perwujudan HAM adalah dalam bentuk penghormatan, melindungi, dan memenuhi.

Hal ini tercakup dalam Undang-Undang
Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, hak perempuan dan anak telah
ditetapkan sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang merupakan hak–hak dasar atau hak–hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan YME.

Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Luhur Budijarso,
mengatakan, anak merupakan stakeholder atau pemangku kepentingan yang sangat
penting bagi dunia usaha.

Salah satu komitmen APSAI adalah membantu pemerintah mewujudkan perlindungan atas hak anak dan mendampingi perusahaan-perusahaan untuk lebih ramah anak dengan mengaplikasikan Prinsip dan Kriteria Perusahaan Layak Anak (P&K PLA) yang diadopsi dan diadaptasi dari Children’s Rights and Business Principles (CRBP) yang meliputi kebijakan manajemen, program maupun produk yang layak anak.

“Kebijakan pemberian cuti hamil dan melahirkan yang dimiliki oleh Grup Danone di Indonesia salah satu contoh perusahaan ramah anak dan mendukung tumbuh kembang anak dari sisi kebijakan manajemen,” ujarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015