Taiwan Tawarkan Destinasi Pengobatan Sambil Berwisata

Jumat, 1 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Jumlah masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri mengalami peningkatan hampir setiap tahunnya. Medical tourism atau wisata medis adalah sebutan untuk perjalanan yang dilakukan seseorang ke suatu negara, untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa negara utama yang menjadi tujuan masyarakat Indonesia untuk berobat antara lain Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kini, negara Taiwan ingin berperan dalam memberi pengobatan yang layak namun terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Melalui acara ‘New Southbond: Indonesia – Medical an Health Services Delegation. Medical Tourism in Taiwan – Patient Case Studies’ yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (30/8), Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) bersama Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan memperkenalkan 10 rumah sakit (RS) ternama di Taiwan.

Mereka antara lain yakni RS Hualien Tzu Chi (pemiliki bank tali pusar terbesar di dunia), RS Chang Gung Memorial (pemilik pusat proton pertama untuk terapi proton dan radiasi di Taiwan), serta RS Taipei Veterans General (memiliki jaringan medis yang komprehensif untuk operasi rongga dada dan pusat geriatic dan gerontologi).

Ada pula RS Shin Kong Wu Ho-Su Memorial (rumah sakit terbaik untuk tim pencegahan pengobatan di utara Taiwan), RS E-Da (RS terbaik di Selatan Taiwan dalam pelayanan wisata kesehatan), dan Chi Mei Medical Center atau CMMC (rumah sakit dengan layanan medis yang menawarkan sistem perawatan yang lengkap di Selatan Taiwan).

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chi-Kung Ho, menjelaskan, pengenalan ‘Medical Tourism in Taiwan’ ini salah satu bagian dari kebijakan baru dari pemerintah Taiwan, untuk mengembangkan bisnis ke Asia Tenggara.

IMG_20170901_150132

“Saat ini saja sebenarnya sudah ada banyak pasien dari Indonesia, yang melakukan pengobatan ke beberapa RS di Taiwan. Tapi melalui acara ini, kita ingin lebih memperkenalkan lagi kepada masyarakat Indonesia, bahwa terapi maupun teknologi pengobatan di Taiwan sudah banyak mengalami kemajuan, yang bisa dibandingkan dengan negara lain,” kata Chi-Kung Ho.

Selain itu, di samping mengedepankan perkembangan medis, masyarakat Indonesia juga diberikan sejumlah penawaran menarik untuk berobat di Taiwan. Dengan menawarkan beragam destinasi wisatanya yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi masyarakat Indonesia. Kami ingin ajak pihak travel bekerja sama, agar memberi pelayanan berwisata pada masyarakat Indonesia yang berobat ke Taiwan. Dengan begitu, mereka yang medical check-up bisa menghilangkan kejenuhan dengan berkunjung ke destinasi wisata di Taiwan,” ujarnya.

Selain kepada pasien atau masyarakat yang ingin berobat, Taiwan juga menawarkan kerjasama kepada beberapa RS di Indonesia. Di antaranya, dalam bentuk training atau pelatihan medis kepada para dokter maupun perawat, sampai dengan barter teknologi atau terapi pengobatan yang sudah berkembang pesat di Taiwan.

“Kami juga memberi kerja sama dengan dokter di Indonesia untuk ikut training di Taiwan. Saat ini, kami sedang menjajaki kerjasama dengan RSCM. Dari segi harga kami juga sangat bersaing. Di Singapura terkenal sangat mahal,” tutur dia.

Ketua Delegasi Wisata Medis Taiwan, Shinn-Zong Lin, sangat berharap kerjasama antara Taiwan dan Indonesia dalam bidang medis ini dapat sepenuhnya terwujud. Agar dapat segera dilaksanakan kolaborasi dalam bentuk konsultasi maupun tukar-menukar pasien, dokter, maupun pengajaran kepada dokter atau perawat.

“Baik dalam perawatan yaitu servis, atau dalam bidang obat-obatan. Fokus pengobatan kami antara lain untuk brain (otak), tenggorokan, ada juga untuk bagian perut, kemudian medical check-up. Kemudian kita juga menawarkan teknologi apabila RS di Indonesia mau untuk melakukan set-up teknologi tersebut kita bisa bantu,” tuturnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015