Mentan Salurkan 2 Ekor Sapi Jenis Ongole untuk Kurban

Sabtu, 2 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menyaksikan pemotongan hewan kurban yang diselenggarakan Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian. Totalnya ada 11 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Menurut mentan makna berkurban adalah berbagi kepada masyarakat, khususnya yang tidak mampu. “Manfaatnya, kita menahan diri kita untuk serakah, kemudian sombong, dan seterusnya,” ujarnya, Sabtu (2/9).

Makna tersebut dapat diimplementasikan di sektor pertanian. Yakni, dengan berbagi keuntungan kepada para petani, agar dapat terus berproduksi. “Kita memberi kesempatan ruang gerak ke mereka. Jangan ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan sebesar-besarnya.

Menteri Amran sendiri mengurbankan dua ekor sapi jenis Ongole. Sedangkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, satu ekor sapi. Sisanya, berasal dari masyarakat.

Terkait ditemukannya cacing hati dalam sapi yang menjadi hewan kurban, Kementerian Pertanian mengatakan, cacing hati yang ada pada sapi merupakan hal biasa.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, cacing juga tidak berbahaya terhadap daerah tubuh sapi lainya.

“Kalau terkait cacing hati itu sebenarnya suatu kebiasaan. Itu kebiasaan hidup sapi tapi itu tidak berbahaya. Cacing hati juga kan tidak menular,” ujarnya.

Menurut I Ketut, cacing hati juga tidak akan berpengaruh kepada bagian tubuh sapi lainnya. Jadi, meskipun terdapat cacing hati, daging sapi tetap layak di konsumsi oleh masyarakat.

“Sangat aman dagingnya untuk dikonsumsi. Asal jangan antraks saja. Antraks itu di kita merupakan penyakit menular hewan strategis,” tuturnya.

Untuk mengkonsumsi daging sapi agar terhindar dari cacing hati, lanjut I Ketut, masyarakat cukup membuang hatinya. Sementara untuk dagingnya bisa dicuci dan dikonsumsi oleh masyarakat. Hatinya saja yang tidak layak konsumsi,” jelasnya. (tety)