Menteri Yohana Resmikan Puspaga

Selasa, 5 Sep 2017

BOGOR (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meluncurkan secara resmi PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga). Ini dibentuk sebagai tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera.

Di sini, dilengkapi dengan tenaga profesi mengingat dalam Puspaga mengedepankan tiga layanan, yaitu konseling, konsultasi dan informasi. Yang berfungsi sebagai ‘one stop services/layanan satu pintu keluarga, holistik integratif berbasis hak anak’.

Yohana menegaskan adanya Puspaga sebagai bentuk kehadiran negara dalam pemenuhan hak tumbuh kembang anak. Di sini, menyatukan dua kekuatan antara tanggungjawab orang tua dan kewajiban negara untuk membantu mengatasi permasalahan keluarga.

“Pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam satu keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak,” tegas Yohana usai peresmian, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/9).

Menurutnya, kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan, disertai lemahnya program pemerintah dalam memberdayakan keluarga tersebut mengasuh dan melindungi anak, akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya.

Yohana menegaskan Kemen PPPA menyiapkan program unggulan Puspaga untuk mengatasi masalah ini. Puspaga adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga.

“Permasalahan anak sebagai kelompok rentan menunjukkan keprihatinan kita bersama. Berdasarkan hasil survei prevalensi kekerasan terhadap anak yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2013 menunjukkan prevalensi kekerasan yang cukup tinggi,” terangnya.

Sekitar 38,62 persen anak laki-laki dan 20,48 persen anak perempuan pada kelompok umur 13-17 tahun menyatakan dirinya pernah mengalami tindak kekerasan dalam satu tahun terakhir.

Sejak tahun 2016, KPPPA menginisiasi pembentukan Puspaga di beberapa daerah dan sampai saat ini sudah ada 18 daerah yang telah mengimplementasikannya, yaitu Surabaya, Solo, Bali, Sawahlunto, dan daerah lainnya. Terdapat 23 daerah Puspaga 2017 yang akan segera mengimplementasikan Puspaga di daerahnya.

“Momen peluncuran Nasional Puspaga bertujuan untuk meningkatkan awareness terkait program Puspaga dan manfaat dari keberadaan program tersebut agar masyarakat memiliki pilihan terbaik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan keluarga dan anak,” tambah Lenny N Rosalin Deputi Tumbuh Kembang Anak KAPPA, dalam kesempatan yang sama.

Konsep Puspaga sendiri dibuat seperti ruang keluarga yang nyaman dan dilengkapi dengan ruang bermain anak sehingga seluruh keluarga Indonesia tertarik untuk berkunjung ke Puspaga.

Pada Momen Peluncuran Nasional Puspaga juga diiringi dengan pelatihan untuk penyelenggara Puspaga di setiap daerah agar kedepannya semakin banyak daerah yang mengimplementasikan program Puspaga. (tety)