Lomba Penghargaan Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial, BIG Saring 10 Kab/Kota

Rabu, 6 Sep 2017

CIBINONG (Pos Sore) — Badan Informasi Geospasial (BIG) menyelenggarakan penghargaan kepada kota-kota yang inovatif memanfaatkan informasi geospasial. Tujuan diadakan penghargaan inovasi pemanfaatan IG ini untuk memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang berhasil melakukan upaya inovatif pemanfaatan IG dalam tata kelola pemerintahannya.

Dengan begitu, pemerintah daerah dapat lebih cepat melayani masyarakat. Misalnya mempercepat proses pembuatan perizinan usaha. Atau memetakan sarana kesehatan dan rumah warga tidak mampu.

Lomba yang ditutup pada 21 Agustus 2017 menghasilkan 25 daerah pemerintah daerah kabupaten/kota yang mengirimkan kembali formulir isian. Jumlah ini dinilai masih sangat kurang.

“Saya evaluasi ini ada dua permasalahan utama. Pertama, sosialisasi terhadap lomba ini masih kurang. Kedua, bisa jadi pemahaman terhadap informasi geospasial ini masih rendah,” kata Deputi Infrastruktur Informasi Geospasial BIG Adi Rusmanto, di sela Pemaparan Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial, di kantor BIG, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/9).

Kedua hal tersebut menjadi tantangan besar untuk meningkatkan Iiterasi IG agar lebih luas. Inovasi IG masih kurang seksi dibanding dengan inovasi pilkada serentak. “Sudah dua kali kita mengirimkan surat ke daerah 600 kabupaten/kota, hanya 25 yang memberikan respon,” ungkapnya.

Dari 25 Kabupaten Kota tersebut kemudian dilakukan penilaian awal yang dilakukan oleh dewan juri pada 26 – 27 Agustus. Ada 10 Kabupaten Kota terbaik yang dinilai layak diberikan penghargaan.

Kesepuluh Kabupaten Kota yang dimaksud yaitu Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Kota Bogor, Kabupaten Jepara, Kota Manado, Kota Pekanbaru, Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kota Surabaya, dan Kabupaten Temanggung.

IMG_20170906_094503

“Hari ini adalah mencari 6 besar atau terbaik untuk masuk ke dalam tahap penilaian berikutnya yaitu validasi atau kunjungan lapangan yang akan dilaksanakan pada 11 Agustus sampai 22 Agustus,” terangnya.

Sebagai bentuk penghargaan untuk semua peserta yang telah ikut berpartisipasi di dalam lomba ini, nantinya ke– 25 inovasi yang telah masuk akan disusun ke dalam bentuk Buku 25 Inovasi Terbaik Bidang Informasi Geospasial. Buku ini akan diluncurkan dan diberikan secara gratis pada acara puncak Hari Informasi Geospasial pada 17 Oktober 2017.

Menurutnya, meski hanya sedikit yang mengikuti lomba ini, namun sampai saat ini pemanfaatan informasi geospasial semakin meningkat seiring dengan ketersediaan informasi geospasial dasar (IGD) dan informasi geospasial tematik (IGT) yang semakin lengkap.

Ke depan, kata Adi, pemanfaatan IGD dan IGT tentu akan semakin luas setelah rencana aksi OMP (One Map Policy) berjalan dengan baik. Entitas OMP di 19 KL dan 34 Provinsi dengan 85 Tema adalah modal dasar yang baik untuk proses berikutnya, yaitu pemanfaatan IG untuk Perencanaan dan evaluasi pembangunan Berbasis Spasial.

Pihaknya menegaskan, pemanfaatan IG merupakan mandat Undang-undang IG yang sangat penting. Aplikasi berbasis informasi geospasial juga telah banyak diluncurkan oleh Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah.

‘Tetapi saat ini masih terbatas dalam proses pengumpulan, proses pengolahan, proses pengelolaan dan penyebarluasan. Sementara untuk pemanfaatan IG masih terbatas,” tutupnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015