Institut STIAMI Deklarasikan Cetak 100 Wirausaha Muda

Minggu, 10 Sep 2017
Wakil Rektor I Institut STIAMI Dr. Yulianto, SE, MM

b5f01e9baa9fb28fcc6dbe1fd8f63260

JAKARTA (Pos Sore) — Rektor Institut STIAMI Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM membuka kegiatan STIAMI Institute Intellectual Achievement Program (SIIAP) 2017 — Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kegiatan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek DIKTI Nomor : 253/B/SE/VIII/2016 Tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru.

Dalam kegiatan ini dideklarasikan program ‘Cetak 100 Wirausaha Muda’. Program ini menargetkan dari 3000 mahasiswa baru ada 100 mahasiswa yang menjadi wirausaha muda. Ini berarti, STIAMI ingin wirausaha-wirausaha baru berpendidikan tinggi. Selain itu, meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan.

“Kita deklarasikan untuk mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa dan komitmen keseriusan kami dalam menyiapkan calon-calon pengusaha yang tentunya akan berdampak terhadap terciptanya lapangan pekerjaan,” ujar Panji, di gedung Smesco UKM, Minggu (10/9).

Diharapkan dari 100 mahasiswa yang menjadi wirausaha muda ini dapat mendorong terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran sebagaimana cita-cita bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kami menyiapkan bekal kewirausahaan bagi mahasiswa agar mind set mahasiswa bergeser menjadi pencipta lapangan kerja,” tambahnya.

Wakil Rektor I Institut STIAMI Dr. Yulianto, SE, MM, menambahkan, pihaknya akan menjaring 100 mahasiswa yang mempunyai bisnis, tapi belum besar untuk dibina dalam Perhimpunan Wirausaha Mahasiswa (Perwira). Pasca lulus mahasiswa, peserta program diyakini bisa mengembangkan usahanya secara mandiri. 

“Kami ada pembinaan entrepreneur kerja sama dengan industri lainnya, sehingga pada akhirnya setelah lulus kita berharap bisnis mereka berkembang, sehingga siap menyerap tenaga kerja,” tukas dia.

Menurutnya, masalah wirausaha muda Indonesia dipengaruhi oleh mindset mencari kerja. Karena itu, tugas dari kementerian terkait untuk intens melakukan sosialisasi perubahan maindset menjadi pencipa lapangan pekerjaan ke kampus-kampus sebagai basis perkumpulan anak muda.

“Sosialisasi penting, karena generasi muda punya semangat yang tinggi. Dia masih bersih dan mereka belum tahu potensi diri. Ini yang akan kita arahkan mengubah mindset mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah III Dr. Illah Sailah, mengapresiasi apa yang dilakukan Institut STIAMI yang mencetak mahasiswa yang pengusaha. Terlebih di Indonesia masih kekurangan enterpreneur dibandingkan jumlah penduduk bangsa ini.

“Sarana terbuka lebar, mulai dari kecil, menengah dan besar. Tapi besar ini menjadi tujuan. Kan tidak mungkin menjadi besar tanpa dimulai dari kecil. Di sini, kita bangun jiwa-jiwa kemandirian agar mahasiswa saat lulus bukan mengemis pekerjaan, tapi paling tidak menjadi sarjana pengusaha,” terangnya.

Menurutnya, untuk membangun jiwa enterpreuner di kalangan mahasiswa dengan karakter kewirausahaan yang harus diselipkan di setiap matakuliah. Selain itu, harus bisa mendisiplinkan diri saat menjalankan tugas kampus softskill bagaimana berhubungan dengan orang lain.

“Kami juga meminta STIAMI untuk melakukan pengayaan pada dosen-dosennya untuk memperbanyak studi kasus. Jadi bukan hanya mahasiswanya saja yang belajar, tetapi juga para dosennya,” tambahnya.

Ia berharap kepada perguruan tinggi swasta bahwa kewirausahaan harus menjadi nafasnya perguruan tinggi. Namun, ia mengingatkan, perguruan tinggi yang berhasil mencetak wirausaha jangan menjadi menara gading yang hanya sukses sendirian, melainkan harus menjadi menara air yang bisa memberikan banyak manfaat untuk sekitarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015