Dicurigai Keroyok dan Bacok Polisi, 14 Pelajar Diamankan

Selasa, 12 Sep 2017
Ilustrasi/istimewa

JAKARTA (Pos Sore) – Selama tiga hari 14 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terduga pelaku pengeroyokan Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Sugiri, 42, anggota Sabhara Polsek Cisauk diamankan polisi.

Korban dikeroyok di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/9) petang. Akibat kejadian tersebut korban menderita luka bacok dan sempat mendapat pengobatan di rumah sakit terdekat.

Peristiwa tersebut berawal ketika Sugiri sedang mengatur lalu lintas dan melihat sekumpulan pelajar menaiki bumper serta bak truk tersebut. Takut terjadi sesuatu yang mengakibatkan para pelajar celaka, korban menghentikan truk.

“Truk diberhentikan oleh korban dan pelajar itu diminta turun. Salah satu dari mereka tidak senang lalu cekcok dan memukul korban dengan tangan kosong, namun ditangkis, kemudian temannya lalu menghampiri korban dengan celurit,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Ahmad Alexander, melalui keterangan tertulis, Selasa (12/9) pagi.

Merasa dirinya hendak dikeroyok menggunakan senjata tajam, Aiptu Sugiri menjaga jarak dari kumpulan pelajar tersebut. Namun, tiba-tiba salah satu dari mereka membacok punggung Aiptu Sugiri dari belakang sebanyak dua kali.

Saat itu jalanan cukup ramai, sehingga warga di sekitar segera menyelamatkan Aiptu Sugiri. Setelah warga ramai berdatangan, para pelaku kabur. Polisi kemudian mencari para pelaku sejak Jumat (8/9) hingga Senin (11/9). Hasilnya 14 pelajar yang diduga terlibat dalam pengeroyokan diamankan.

Mereka masih di bawah umur berasal dari empat SMK di wilayah Kota Tangerang Selatan. Dari para pelaku, diamankan barang bukti berupa dua unit celurit diduga dipakai melukai korban.

Para pelajar tersebut dijerat Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pengeroyokan, Pasal 358 KUHP tentang Turut Campur dalam Penyerangan, dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Penyalahgunaan Senjata Tajam dengan ancaman hukuman maksimal di atas lima tahun penjara. (marolop)