Pangan Organik Pilihan Baik MP-ASI

Selasa, 12 Sep 2017

IMG_20170912_180131

JAKARTA (Pos Sore) — Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013 menunjukkan tingginya angka kejadian perawakan pendek atau stunting pada anak balita, yaitu sebesar 37,2%. Ini dampak dari kekurangan gizi jangka panjang yang terjadi khususnya pada 1000 hari pertama pertumbuhan si kecil.

Angka kejadian itu menandakan banyaknya anak yang tidak diberi makanan sesuai yang direkomendasikan WHO. Yaitu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan setelahnya, makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dan aman, serta ASI yang diteruskan sampai si kecil berusia 2 tahun.

“Keluarga harus memahami pentingnya pemberian makan yang sesuai pada periode emas dalam 1000 hari pertama kehidupan si kecil. Pemberian MP-ASI yang tepat adalah pintu gerbang utama dalam mempersiapkan seorang anak untuk menjadi pribadi tangguh secara menyeluruh,” jelas Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), dokter spesialis anak.

Dalam acara kampanye ‘Milna 1ST Bite Day 2017’, dr. Conny menjelaskan, sebagai alternatif sumber makanan MP-ASI, bahan pangan organik menjadikan salah satu pilihan yang baik. Proses pengolahan bahan pangan dari pertanian organik memiliki banyak sekali kelebihan seperti rendahnya kadar pestisida, antibiotik dan logam beracun cadmium, serta  lebih tingginya kadar berbagai antioksidan.

“Paparan zat-zat negatif terhadap bahan pangan organik juga sangat minimal, sehingga kualitas bahan pangannya pun meningkat,” jelasnya.

Guna mendukung tumbuh kembang anak, Milna mempersembahkan rangkaian produk barunya Milna Bubur Bayi Organik Varian Pisang dengan tekstur yang lembut dan rasa yang sesuai dengan kesukaan si kecil untuk momen makan pertama si kecil.

“Milna Bubur Bayi Organik, bubur organik pertama di Indonesia, yang memberikan nutrisi baik dari alam untuk momen makan ertama si kecil,” kata Christofer Samuel Lesmana, Brand Manager Milna. 

Faktor yang menjadikan pisang sebagai MP-ASI yang kaya manfaat adalah kandungan kalium, serat, kalsium, magnesium, fosfor, selenium, dan zat besi. Pisang juga kaya vitamin A, B2, B6, C, E, B3, B9, dan B5 yang baik untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. 

“Kandungan karbohidrat dalam pisang berupa sukrosa, fruktosa, dan glukosa merupakan karbohidrat sederhana yang cepat diubah menjadi energi. Cocok untuk bayi yang membutuhkan energi banyak untuk pertumbuhannya,” tambahnya.

Brand Ambassador Milna 2017, Tya Ariestya mengatakan, momen makan pertama si kecil menjadi milestone penting bagi keluarganya. Selain karena momen makan pertama sang buah hati, Muhammad Kanaka Ratinggang, juga menjadi momen bagi dirinya untuk lebih mempersiapkan kebutuhan gizinya.

“Untuk momen makan pertama Kanaka di usianya yang 6 bulan, aku berikan Milna Bubur Bayi Organic Beras Merah. Happy  sekali liat Kanaka senang dengan makanan padat pertama yang aku kasih,” ungkapnya.

Menurutnya, perkenalan dengan brand Milna, tidak hanya banyak memberikan manfaat dari segi edukasi nutrisi si kecil, tetapi juga memberikan wawasan mengenai MP-ASI fortifikasi dan manfaatnya untuk tumbuh kembang si kecil.

Dedikasi Milna ini, kata Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby – Kalbe Nutritionals, telah memasuki usianya yang ke-30. “Milna akan selalu berinovasi dan mendukung kesehatan anak Indonesia serta selalu mendukung hak seorang anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik pada momen makan pertamanya.”

Kampanye Milna 1ST Bite Day berjalan di 3 kota besar yaitu Bandung, Jogja dan Jakarta, dengan target mengedukasi 5000 Bunda akan pentingnya nutrisi tepat selama 1000 hari pertama kehidupan si kecil. (tety)