Indonesia – UEA Tingkatkan Kerja Sama

Selasa, 19 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Uni Emirat Arab (UEA) meningkatkan kerja sama bidang ketenagakerjaan.

Ke depan, peningkatan kerja sama akan dilakukan pada beberapa hal, diantaranya perluasan informasi pasar kerja, akses dan tata cara penempatan, peningkatan TKI formal hingga pelatihan kerja bersama.

Menurut Sekjen Kemnaker, Hery Sudarmanto saat menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk UEA, Husin Bagis di Kantor Kemnaker pada Hari Selasa (19/9), Pertemuan dengan ini akan ditindaklanjuti agar menjadi kajian yang baik untuk meningkatkan kerja sama bidang ketenagakerjaan di antara kedua negara.

Kepada Dubes EEA, Sekjen menyampaikan bahwa saat ini Kemnaker telah memiliki Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) yang baru di UEA, yaitu Decky Haedar Ulum.

Diapun berharap Atnaker bisa dijadikan sebagai market intelegence dalam mencari investor di bidang pelatihan, deteksi dini terorisme gerakan radikal di TKI, pelaporan keuangan dan BMN yang akurat dan tepat.

Dengan cara seperti, kata Hery informasi pasar kerja dan pelatihan kerja di dalam negeri dapat disesuaikan. Dimana informasi pasar kerja harus mendapatkan persetujuan dari Atnaker untuk kemudian diinformasikan ke daerah. Sehingga daerah dapat menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri tersebut.

Di sisi lain, di UAE terdapat sejumlah peluang bagi TKI untuk masuk ke sektor formal. Seperti bidang beautician, security, family cook, dan driver. UAE juga tengah menyambut Dubai 2020 sebagai world expo.

Kerja sama bidang ketenagakerjaan antara Indonesia dan UEA sendiri memang masih didapatkan sejumlah persoalan. Seperti masih terdapatnya penempatan TKI secara ilegal pada pengguna perseorangan/sektor domestik paska penghentian dan pelarangan penempatan TKI ke Timur Tengah, akses dan informasi tenaga kerja yang belum sepenuhnya terbuka.

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Maruli A. Hasoloan menilai bahwa kerja sama bidang ketenagakerjaan antara Indonesia dan UEA memang perlu ditingkatkan.

Kedepan, kerja sama ini diharapkan juga akan memperkuat kerja sama pelatihan vokasi dan investasi SDM UEA di Indonesia. “Jadi kerja sama ini bukan hanya berkaitan dengan TKI. Tapi juga komponen-komponen yang lain seperti pelatihan. Mungkin nanti juga mencakup hubungan industrial dan K3 seperti itu,” kata Maruli. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015