Nuffic Nesso Serahkan Beasiswa StuNed-TNT untuk Staf Kementerian PUPR

Sabtu, 23 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Nuffic Neso Indonesia kembali menyerahkan beasiswa StuNed Tailor-Made Training (StuNed-TMT) dari Pemerintah Kerajaan Belanda untuk staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan skema 3 minggu pelatihan ke Negeri Kincir Angin.

Total 15 peserta training dengan topik ‘Integrating Operation of Landslide Modules within Early Warning System Platform with Forecast Data’ yang diberangkatkan itu akan mendapat pembekalan dari para pakar di Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation (ITC), University of Twente, Enschede, Belanda.

Pelatihan yang telah dimulai sejak 18 September lalu, dan direncanakan berlangsung sampai 6 Oktober itu tidak hanya mengikutsertakan para peneliti dan teknisi dari beberapa Balai Litbang terkait di jajaran Kementerian PUPR, namun juga melibatkan pihak akademisi yang memiliki relevansi yang sangat kuat.

Training tersebut dinilai akan sangat membantu pencapaian hasil yang ingin diraih, yaitu pemahaman mendalam untuk pengembangan konsep serta penerapan sistim peringatan dini kebencanaan di Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan yang diinisiasi Balai Litbang SABO — salah unit pelaksana teknis Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, ini salah satu bentuk dukungan pemerintah Belanda untuk pembangunan Indonesia.

Program ini sendiri masuk sebagai salah satu sektor prioritas dari kebijakan hubungan kerjasama pembangunan antar kedua negara, khususnya untuk bidang Air (Water). Dan dengan keunikan konsep pelatihan yang dimiliki StuNed-TMT yang merupakan salah satu modalitas beasiswa StuNed, training tersebut telah didesain secara khusus oleh pihak ITC selaku pelaksana training agar sesuai dengan kebutuhan institusi pengaju.

Tidak hanya konsep sebagai teori dasar untuk pengembangan sistim peringatan dini kebencanaan yang akan dipelajari di Belanda, pelatihan dimaksud juga akan memfasilitasi staf terkait untuk kunjungan lapangan dan melihat langsung bagaimana penerapan sistim tersebut di Belanda. (tety)