Ketum KOWANI: Situs Nikahsirri.com Rendahkan Martabat Perempuan!

Minggu, 24 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mendukung Kementerian Komunikasi dan Informasi memblokir Nikahsirri.com. Situs ini berpotensi melanggar aturan dan norma-norma keagamaan maupun kemanusiaan.

“Di samping, tentunya juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tentang perkawinan. KOWANI juga mendukung upaya Polri menjerat pemilik situs dengan pasal pidana,” tegas Ketua Umum KOWANI Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, menanggapi persoalan tersebut, di Jakarta, Minggu (24/9).

Karenanya, KOWANI mengecam keras situs Nikahsirri.com. Selain melanggar aturan dan norma-norma keagamaan, juga melecehkan kaum perempuan Indonesia. Situs tersebut jelas-jelas merendahkan martabat kaum perempuan, ditulis dengam gamblang: Lelang Keperawanan.

“Sementara, nikah sirri bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yaitu UU no 1 th 1974 tentang Perkawinan. Dalam UU tersebut ditegaskan bahwa perkawinan harus dicatat negara,” jelas Giwo.

Giwo menegaskan, nikah sirri sangat berpotensi merugikan dan menghilangkan hak anak dan keturunan. Nantinya sang anak tidak memperoleh hak waris jika ortunya meninggal, karena pernikahan kedua orangtuanya tidak tercatat oleh negara, meski secara agama nikahnya sah.

“Oleh karena itu, tercatatnya nikah di KUA, merupakan salah satu syarat terbangunnya keluarga samara, sakinah mawaddah warrahmah,” tutur perempuan cantik ini, di Jakarta, Minggu (24/9).

KOWANI menegaskan, sangat tidak tepat dan tidak pantas, jika nikah sirri dan lelang keperawanan, dianggap sebagai ajang pengentasan kemiskinan, meski mungkin saja ada yang berhasil, dengan ambil jalan pintas dan menghalalkan berbagai cara.

“Namun di balik itu, yang sangat mengerikan adalah dengan nikah sirri, sesungguhnya membawa kaum perempuan ke jurang kenistaan. Perempuan sangat rentan dengan kekerasan, dan kesehatannya terancam dengan berbagai penyakit,” tandasnya.

Menyikapi masalah ini, Kowani akan melakukan tindaka preventif promotif , dengan sosialisasi, edukasi, advokasi, hingga ke akar rumput.

Sebagaimana diberitakan, pada Minggu (24/9) dinihari polisi menangkap pemilik situs Nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49) di kediamannya di Bekasi. Penangkapan dilakukan setelah polisi mengaku menemukan adanya unsur pidana pada praktik nikahsirri.com yang dikelolanya.

Polisi menjerat ayah tiga orang anak ini dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi Dia juga disangkakan dengan Pasal 27, Pasal 45 dan Pasal 52 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (tety)