20 Staf Kemenkeu ke Belanda untuk Pelatihan Analisa HBU

Kamis, 28 Sep 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Sebanyak 20 staf Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meraih beasiswa StuNed dari Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia. Mereka akan mengikuti pelatihan ‘Capacity Enhancement in Highest and Best Use (HBU) Analysis of Public Infrastructure Assets’.

Penyerahan beasiswa disampaikan secara simbolis oleh Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Dodi Iskandar, di Jakarta, Kamis (28/9).

Disaksikan Sarah Spronk, Penasehat Pendidikan Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda, Isa Rachmatarwata, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, dan jajaran pejabat di lingkungan DJKN dalam acara ini.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendalami pengalaman Belanda dalam mempraktikkan analisa HBU, baik dari sisi pemerintah maupun swasta dalam mengkaji pilihan-pilihan untuk pengembangan prasarana umum, yang paling memberikan nilai tertinggi.

“Kita belajar dari berbagai pengalaman negara-negara maju, antara lain Belanda. Pelatihan ini juga bukti pentingnya pengembangan kapasitas staf, untuk perubahan dari sekedar administrator aset, menjadi manajer aset negara,” demikian disampaikan Isa Rachmatarwata dalam sambutannya.

Di kesempatan yang sama, Sarah Spronk juga menimpali, Belanda bangga dipilih sebagai tempat untuk menimba ilmu. Meskipun prasarana umum di Belanda berbeda dengan Indonesia, tetapi menghadapi beberapa tantangan yang sama.

“Misalnya peningkatan tinggi permukaan air laut. Semua aspek baik dari sisi teknis maupun manajemen sama pentingnya untuk peningkatan nilai aset,” tambahnya.

Penyelenggara pelatihan adalah Nyenrode University. Ini adalah sekolah bisnis terkemuka di Belanda, yang masuk sebagai universitas riset. Sebagian besar trainernya praktisi berpengalaman di bidangnya masing-masing.

“Pendekatannya langsung dan aktif melibatkan peserta dalam diskusi,” kata Indy Hardono menyebutkan keunggulan universitas ini.

Para peserta akan berada di kota Breukelen, Belanda selama dua minggu, dari tanggal 1 sampai 14 Oktober 2017. Selesai pelatihan, peserta akan menerapkan hasil pelatihan dengan menganalisa proyek bandar udara internasional Kertajati, Jawa Barat. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015