Pigeon Luncurkan Botol Susu Motif Batik Kupu-kupu dan Capung

Jumat, 29 Sep 2017

pigeon 4

JAKARTA (Pos Sore) – Pigeon  — brand  produk perlengkapan bayi terpercaya asal Jepang, kembali memperkenalkan inovasi botol motif batik dengan karakter kupu-kupu dan capung.

Kupu-kupu sendiri disimbolkan sebagai ilmu pengetahuan serta kekuatan dan ketangguhan. Sedangkan Capung sebagai simbol dari kesuksesan, daya tahan dan keanggunan.

Sebelumnya pada 2014, untuk pertama kali Pigeon menghadirkan koleksi botol motif batik. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemberian ASI eksklusif. Terlebih produk dot dan botol susu yang dikembangkan ini berdasarkan hasil penelitian tentang proses bayi menyusu ASI secara alami.

“Ini dimaksudkan agar bayi seperti layaknya meminum secara alami, sehingga produk-produk Pigeon akan semakin merekatkan cinta ibu kepada sang buah hatinya,” terang Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division, dalam peluncuran bertema ‘KreASI Budaya Bangsa untuk Ibu dan Buah Hati’, di Jakarta, Kamis (28/9).

Inovasi tersebut semakin membuktikan Pigeon untuk senantiasa mendukung pemberian ASI eksklusif kepada buah hati. Dengan kembali memperkenalkan botol desain batik di tahun ke-4 ini, semakin menunjukkan komitmen Pigeon dalam melestarikan salah satu budaya lokal kebanggaan bangsa yaitu batik.

Dalam kesempatan itu, Pigeon juga memperkenalkan koleksi kain batik tulis untuk pertama kalinya. Sebelumnya, Pigeon memperkenalkan kain batik cap pada 2016. Ini sebagai bentuk dukungan turut melestarikan salah satu warisan budaya kebanggaan bangsa. Batik sendiri telah diakui dunia melalui UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia.

pigeon 7

“Sementara untuk kain batik yang di tahun ini kami hadirkan untuk pertama kali dalam bentuk batik tulis. Kami pun ingin memperlihatkan langkah bertahap kami untuk terus melestarikan batik dalam wujud yang berbeda tiap tahunnya,” ujarnya.

Batik tulis sendiri, menurutnya, merupakan karya seni sesungguhnya dari batik. Karenanya, dengan diperkenalkannya koleksi terbatas kain batik tulis ini, pihaknya ingin mempersembahkan karya terbaik kami kepada masyarakat luas.

Anis Dwinastiti memaparkan, batik bukan hanya kain bercorak tetapi juga penggambaran filosofi kebudayaan dan warisan budaya leluhur yang perlu dijaga. Filosofi dibalik batik ini sejalan dengan misi dan visi Pigeon untuk mempersembahkan produk kebutuhan ibu dan buah hati yang berkualitas.

Pigeon pun kembali menggandeng entrepreneur dan pelestari batik berbakat Iwet Ramadhan. Iwet pun merasa bangga dipercaya untuk mendesain motif batik terbaru untuk Pigeon.

“Saya sangat mengapresiasi konsistensi dan komitmen Pigeon untuk menuangkan motif batik dalam produk botol susunya. Ini bagian dari pelestarian warisan nenek moyang yang secara konsisten diperlihatkan Pigeon sejak tahun 2014 lalu,” ujarnya.

Sebagai seorang desainer, dirinya melihat Pigeon senantiasa memberikan dukungan penuh untuk pemberian ASI eksklusif dengan meluncurkan berbagai inovasi di produknya. Termasuk botol susu yang didesain khusus yang sejak 4 tahun lalu telah memperkenalkan koleksi botol susu motif batiknya.

“Kecintaan dan dedikasi tinggi inilah yang saya tangkap dari produk-produk Pigeon yang tak salah bila telah dipercaya oleh masyarakat dunia termasuk di Indonesia,” tambahnya.

Kontribusi nyata kepedulian Pigeon pun tak berhenti sampai di sini. Dengan hadirnya botol susu bermotif batik terbaru serta kain batik tulis, bagi konsumen yang membeli botol susu bermotif batik, Pigeon akan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan kepada anak-anak yang kurang beruntung melalui Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti Femina Group senilai Rp20 juta.

Dan sebagian penjualan botol motif batik dan kain batik tulis Pigeon, juga akan disumbangkan ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) di Bandung sebesar Rp50 juta. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015