Spa Dijadikan Tempat Prostitusi Kaum Gay

Sabtu, 7 Okt 2017
istimewa

JAKARTA (Pos Sore) – Diduga dijadikan tempat prostitusi kaum gay tempat spa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat digerebek petugas Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (6/10) malam.

Dari lokasi, petugas menyita barang bukti uang Rp14 juta, rekening koran PT Teritor Alam sejati, daftar karyawan, mesin EDC, satu bundel berkas, 14 buah nota, 12 handuk, 13 alat perangsang dan kondom.

Selain itu, penyidik mengamankan 51 pria. Mereka terdiri dari 44 WNI dan 7 WNA asal China, Singapura, Thailand dan Malaysia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, pengelola tempat spa di lokasi diduga menyelenggarakan prostitusi kaum gay menerapkan tarif tertentu kepada para pengunjung.

Dengan membayarkan sejumlah uang, para pengunjung bisa menikmati fasilitas di tempat spa tersebut. “Jadi masuk ke dalam spa ini bisa sendirian bisa berdua. Ini laki-laki ya, jadi bisa sendiri atau pasangan. Tiketnya itu seharga Rp 165.000,” ucap Argo, Sabtu (7/10).

Menurut Argo, tarif tersebut diterapkan untuk perkepala. Nantinya, pengunjung akan diberikan alat pembantu sex. “Kemudian mendapatkan kondom dan minyak pelumas,” tuturnya.

Argo menjelaskan, tempat spa tersebut hanya dijadikan kedok oleh pemiliknya. Diduga tempat tersebut digunakan untuk pesta sex kaum gay.

Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni GG, GCMP, NA, TS dan K. Mereka adalah pemilik dan karyawan tempat SPA tersebut.

Keenam orang itu ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi juga masih memburu satu orang lagi yang berinisial HE.

Mereka terancam dijerat Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat 2 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 256 KUHP tentang Prostitusi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (marolop)