Herbalife Nutrition Survey: 51% Orang Indonesia Tidak Cukup Waktu Terapkan Gaya Hidup Sehat

Selasa, 10 Okt 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Herbalife Nutrition — perusahaan penyedia produk nutrisi global, menyelenggarakan Wellness Tour 2017 di kawasan Asia Pasifik. Tur yang ke-8 kali diadakan ini berlangsung pada 4 – 26 Oktober 2017.

Country General Manager Herbalife Indonesia Andam Dewi, menjelaskan, kampanye kesehatan yang rutin diadakan tiap tahun itu sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi seimbang sebagai bagian dari gaya hidup aktif dan sehat di
kawasan Asia Pasifik.

Negara-negara yang dikunjungi selama tur yaitu Kamboja, Hong Kong, Indonesia, India, Korea, Makau, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.

Kegiatan ini menghadirkan Dewan Penasehat Nutrisi (NAB) Herbalife
Nutrition. Terdiri dari para ahli terkemuka di bidang nutrisi dan kesehatan untuk membantu mengedukasi dan melatih anggota independen Herbalife serta anggota masyarakat akan prinsip-
prinsip gizi yang baik dan aktivitas fisik secara teratur.

“Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mengkampayekan pentingnya asupan nutrisi dan olahraga yang seimbang,” katanya, di Jakarta, Selasa (10/10).

Kegiatan ini diisi dengan simposium dan kampanye yang melibatkan kalangan dokter dan pelaku medis serta distributor independen Herbalife untuk
menyebarluaskan semangat gaya hidup sehat melalui asupan nutrisi seimbang dan olahraga kepada masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, kegiatan tur kesehatan ini menghadirkan Chief Health and Nutrition Officer Herbalife Dr. John Agwunobi, mantan pejabat teras di Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat.

“Kami percaya dengan menggunakan pendekatan proaktif dapat membantu masyarakat menumbuhkan kesadaran pentingnya asupan nutrisi yang baik, melakukan aktivitas fisik secara
teratur, mengkonsumsi nutrisi yang tepat dan menjadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin dapat meningkatkan kesejahteraan pribadi mereka,” kata Dr. Agwunobi.

Melalui Asia Pacific Wellness Tour,
ia akan memberikan tip dan saran berharga untuk membantu orang-orang memanfaatkan kekuatan nutrisi untuk mencegah permasalahan kesehatan terkait penuaan.

Dalam kesempatan itu, Herbalife Nutrition juga merilis hasil survei bertajuk ‘Asia Pacific Healthy Aging Survey’. Survey ini diadakan untuk memperoleh wawasan seputar permasalahan kesehatan terkait usia dan gaya hidup masyarakat di Asia Pasifik.

Survei ini melibatkan 6.000 responden berusia 40 tahun ke atas dari Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Hasil dari survey ini mengungkapkan 9 dari 10 responden di Asia Pasifik peduli terhadap permasalahan kesehatan yang diakibatkan bertambahnya usia. Indonesia menjadi negara dengan mayoritas responden (90 persen) setuju dengan menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mereka tetap sehat dalam menghadapi bertambahnya usia.

“Indonesia menjadi negara yang
masyarakatnya paling optimis dalam menghadapi pertambahan usia. Disusul Filipina dan India. Mereka sangat yakin menghadapi penuaan dengan kondisi yang sehat dan bugar,” tambah Dr. John Agwunobi.

Hasil survei itu juga mengungkapkan sebanyak 51 persen masyarakat Indonesia menyatakan keterbatasan waktu sebagai
penghalang utama dalam menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Selain itu, sebanyak 46 persen responden mengatakan enggan menerapkan gaya hidup sehat karena minimnya motivasi. Dan 33 persen responden masih beranggapan menerapkan gaya hidup sehat membutuhkan biaya yang tidak murah.

Country General Manager Herbalife Indonesia Andam Dewi, mengaku senang karena dari survei itu mayoritas masyarakat Indonesia optimis dalam menghadapi pertambahan usia. Mereka juga menyadari potensi masalah kesehatan yang disebabkan oleh penuaan.

Namun, di sisi lain hal tersebut dapat berdampak buruk jika tidak dikelola dengan baik. Pihaknya khawatir, masyarakat kita akan mengesampingkan pentingnya mengkonsumsi nutrisi yang baik dan seimbang.

“Ini menjadi bahan motivasi bagi kami untuk lebih keras mengkampanyekan pentingnya asupan nutrisi dalam menghadapi pertambahan usia,” ujar Andam Dewi. (tety)