BIG Uji Penerapan SNI 7988:2014 Survei Batimetrik Gunakan Multibeam Echosounder

Kamis, 19 Okt 2017

IMG_20171018_095449

JAKARTA (Pos Sore) – Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan sosialisasi dan uji SNI 7988:2014 Survei Batimetrik (kondisi atau topografi dasar laut) menggunakan Multibeam Echosounder, di Dermaga 20 Marina, Ancol, Rabu (18/10).

Standar tersebut digunakan dalam penyediaan IG layar garis pantai dan hipsografi — unsur utama peta lingkungan pantai Indonesia dan peta lingkungan laut nasional.

Setelah bertahun-tahun sebelumnya BIG fokus pada perumusan standar, tahun ini BIG melaksanakan uji penerapan terhadap SNI yang telah disusun.

BIG sendiri memiliki tugas dan fungsi yang lebih luas. Tidak sekedar mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan survei pemetaan untuk menghasilkan peta. BIG juga harus mampu membangun Informasi Geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses.

Kegiatan itu dihadiri Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar BIG Ir. Dodi Sukmayadi W M.Sc, Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai  Ir. Muhtadi Ganda Sutrisna ME.

Hadir pula Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial Dr. Suprajaka MT, serta Kepala Dinas Pemetaan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL Kolonel Laut (P) Dyan Primana.

Dodi Sukmayadi menjelaskan, BIG memposisikan perannya ke dalam tiga kluster: sebagai regulator, eksekutor, dan koordinator.

Ketiga peran tersebut, katanya akan menjadikan IG Dasar (IGD) sebagai acuan IG Tematik (IGT) guna menjamin keterpaduan IG nasional, mengkoordinasikan penyusunan IGT terintegrasi yang berpedoman pada Norma, Standar, Pedoman dan Kriteria (NSPK) yang ditetapkan BIG, dan membangun sistem pengelolaan dan akses IG sebagai implementasi kebijakan teknis yang mengacu Perpres No. 27/2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).

“Sampai saat ini telah tersedia sebanyak 83 SNI. Namun selama ini  BIG fokus pada perumusan standar. Untuk meyakinkan bahwa NPSK tersebut operasional atau tidak, maka BIG mulai melaksanakan uji penerapan SNI,” jelas Dodi.

Menurutnya, uji penerapan ini menjadi salah satu usaha melakukan pemeliharaan terhadap SNI yang telah disusun. Langkah-langkahnya dimulai dari penyusunan instrumen pengujian berupa tolok ukur penerapan standar.

“Salah satu tolok ukur yang disusun adalah tolok ukur pengujian penerapan. Kami berharap agar SNI yang tersusun tersebut dapat diketahui oleh seluruh stakeholder, dan guba memperoleh masukan dalam rangka perbaikan ke depan,” terang Dodi.

Sementara itu, Kolonel Laut (P) Dyan Primana mengatakan, adanya uji SNI survei batimetri dengan menggunakan multi dan echosounder akan menambah kualitas data batimetri itu sendiri untuk menjamin keselamatan navigasi pelayaran kapal-kapal di perairan Indonesia.

Selain itu, meningkatkan SDM yang melakukan survei oceanogravi di perairan Indonesia, mendapatkan data yang akurat dan teliti sesuai standar nasional maupun internasional.

“Dengan SNI survei batimetri ini juga bisa mendukung untuk kegiatan latihan maupun operasi militer di perairan Indonesia. Kami menyampaikan apresiasi kepada BIG yang mengadakan uji SNI Survei Batimetri ini,” ujarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015