Residivis Narkoba Disergap Polisi

Kamis, 19 Okt 2017
Istimewa/ilustrasi

JAKARTA (Pos Sore) –- Berdalih kondisi ekonomi, seorang residivis kasus narkoba disergap aparat Polres Tangerang Selatan karena nekat mengedarkan sabu di Perumahan Bale Tirtawarna Cluster Argawana Blok G6 No 10, Desa Sukamulya, Rumpin, Bogor, Rabu (18/10) malam.

Tersangka MA alias T, 30 nekad mengedarkan obat terlarang karena ekonomi yang kembang-kempis. Keuntungan yang didapat cukup menggiurkan. Tiap 1 gram sabu yang terjual dirinya mendapatkan untung Rp500 ribu. Tapi bisnisnya terhenti, polisi keburu menangkapnya.

Dari rumah kontarakan MA, Polisi menyita barang bukti (BB) berupa dua bungkus kotak makanan ringan, di dalamnya berisi 2 plastik sabu dengan total seberat 161,35 gram. Selain itu, petugas mengamankan pula uang tunai Rp1.150.000 serta alat timbangan digital.

“MA ini residivis, dia baru saja keluar penjara tahun 2015 setelah dihukum 4 tahun dalam kasus narkoba. Pengakuannya baru 2 kali ini mengedarkan. Sabu ini dipecah-pecah, 1 gram kadang menjadi 5 paket,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, Kamis (19/10).

Tertangkapnya tersangka berawal dari tim Resmob Polsek Kelapa Dua sebelumnya meringkus rekannya, berinisial D, 27 di pinggir Jalan Raya Lapan, Cisauk, Tangerang, Jumat (22/10) malam sekitar pk 20:30 WIB.

Dari tersangka D, ditemukan 1 paket sabu seberat sekira 0,53 gram. Pengakuannya, barang illegal itu diperoleh dari MA. Atas keterangan itu, polisi mencari MA dan berhasil menangkapnya di daerah Rumpin.

“Awal pengungkapan adalah tertangkap dulu saudara D, yang membeli sebanyak 1 gram dari saudara MA, yang kemudian ditangkap oleh Polsek Kelapa Dua. Hasil pengembangan , barang tersebut berasal dari tersangka MA di daerah Bogor,” ucapnya.

Keterangan MA paket sabu itu dibeli dari seseorang yang tak dikenal di sisi Jalan Raya Veteran, Kota Tangerang, lalu dijualnya kembali di wilayah Tangerang Raya. Dia nekad berbisnis barang haram untuk menyembung hidupnya.

“Tadinya saya bantuin orang tua dagang, habis itu nganggur, mumet karena enggak ada uang mau beli apa-apa. Terus teman ada yang ngajak untuk jual sabu, karena untungnya banyak makanya saya mau,” tuturnya MA di Mapolres Tangsel.

Atas perbuatannya, MA dikenakan Pasal 114 ayat (1) KUHP, Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan pelaku D, dikenakan Pasal 112 ayat (1) KUHP, dengan pidana kurungan maksimal 12 tahun. (marolop)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015