80% Kanker Payudara Stadium Lanjut Menyebar ke Tulang

Selasa, 31 Okt 2017

foto 6

JAKARTA (Pos Sore) – Di Indonesia, saat ini terdapat lebih dari 70% pasien kanker payudara yang datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut (stadium III dan IV). Angka ini masih terlalu tinggi dibandingkan dengan data di dunia.

Seperti diketahui pada kanker payudara stadium lanjut, harapan hidup pasien semakin berkurang dan biaya terapi yang dikeluarkan pun menjadi lebih besar. Padahal bila kanker payudara ditemukan pada stadium awal, kesembuhan mencapai lebih dari 90%.

Sesuai dengan data yang ada pula, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak di derita wanita di Indonesia dan di dunia. Pada stadium lanjut, kanker payudara dapat menyebar ke organ lain seperti tulang, hati dan paru.

Sekitar 70-80 persen pasien kanker payudara stadium lanjut memiliki penyebaran ke tulang. Sel kanker yang menyebar ke tulang di satu sisi dapat menyebabkan terbentuknya tulang baru yang rapuh tetapi di sisi lain, juga dapat menyebabkan pengeroposan tulang.

Tulang adalah kerangka penyangga tubuh sehingga perubahan yang terjadi pada tulang akibat kanker sangat berdampak pada kualitas hidup pasien. Tulang yang rapuh dan keropos menyebabkan gejala yang sangat menurunkan kualitas hidup pasien.

Nyeri adalah gejala awal penyebaran kanker ke tulang. Nyeri terutama dirasakan saat bergerak. Tulang yang rapuh dan keropos akibat kanker menjadi lebih mudah patah hanya karena cedera sederhana.

Patah tulang akan menyebabkan nyeri hebat yang menghambat aktivitas pasien. Bila patah tulang ini terjadi di tulang belakang, mungkin menyebabkan terjepitnya sumsum tulang belakang yang ditandai dengan kelumpuhan.

Tingginya kasus kanker payudara stadium lanjut yang menyebar ke tulang yang tercatat di Indonesia, yang mendorong Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI)  menggelar kegiatan seminar nasional yang mengangkat topik khusus seputar seluk beluk menjaga kesehatan tulang bagi penderita kanker payudara. 

Linda Agum Gumelar, Ketua YKPI, menyatakan sangat terpanggil untuk memberikan wadah edukatif yang menyeluruh seputar kanker payudara. Termasuk hal-hal yang harus diwaspadai oleh penderita kanker payudara untuk bertahan melawan penyakit ganas ini sekaligus meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

foto 2

“YKPI senantiasa berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang menyeluruh kepada penderita kanker payudara di Indonesia,” katanya, di sela seminar, di Jakarta, Minggu (29/10)

Linda menambahkan, YKPI juga telah menggelar berbagai program. Salah satunya program PITAPINK dengan melakukan sosialisasi ke berbagai kelompok masyarakat, siswi SMA/SMK, dan perguruan tinggi.

Selain itu, YKPI juga telah melakukan pelatihan untuk pendamping pasien kanker payudara bersertifikat TUV Rheinland,
membentuk PITAPINK survivors, membentuk relawan YKPI dan melakukan skrining massal secara gratis di Jakarta melalui unit mobil mammografi (UMM) bekerjasama dengan RS Kanker Dharmais.

YKPI juga mengelola Rumah Singgah YKPI, aktif di organisasi international dan menjadi anggota Reach to Recovery sejak September 2014 dan menjadi anggota dari Union for  International Cancer Control (UICC) pada bulan Desember 2016.

Sementara terkait Seminar Nasional ‘Kesehatan Tulang bagi Penyintas Kanker Payudara’ yang digelar dalam rangka merayakan Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia dan Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia, ini Linda Agum Gumelar 
memaparkan tiga tujuan utama.

Pertama, meningkatkan kewaspadaan tentang pentingnya kesehatan tulang bagi penyintas kanker payudara. Kedua, memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit osteoporosis berikut resikonya yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari terutama faktor psikis (kejiwaan), ekonomi dan sosial.

Ketiga, meyakinkan masyarakat dan penyintas kanker payudara bahwa osteoporosis dapat ditunda terjadinya, bahkan yang sudah terkena sekalipun dapat direhabilitasi.

“Dengan semakin paham akan kesehatan tulang, maka penyintas kanker payudara diharapkan memulai hidup yang lebih baik dengan menghindari terhadap hal-hal yang mungkin dapat menjadi pemicu buruknya kesehatan mereka,” tambah Linda Agum Gumelar.

Kegiatan Seminar Nasional ‘Kesehatan Tulang bagi Penyintas Kanker Payudara’ ini pun disambut baik oleh Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI). Organisasi kemasyarakatan nirlaba yang peduli terhadap kesehatan tulang masyarakat Indonesia, khususnya masalah osteoporosis.

“Kami sangat menyambut gembira penyelenggaraan seminar ini. Kami pun menyadari masalah kesehatan tulang menjadi sangat krusial bagi penderita kanker terutama kanker payudara terlebih stadium lanjut sehingga dibutuhkan penyebaran edukasi yang lengkap dan menyeluruh,” ujar Anita Hutagalung, Ketua PERWATUSI.

Dengan demikian, penderita kanker payudara semakin waspada untuk mulai menjaga kesehatan tulang mereka sehingga mengurangi resiko yang dapat semakin memperburuk kondisi mereka.

“PERWATUSI pun ingin berkontribusi terhadap menurunkan angka penderita penyakit tulang khususnya osteoporosis yang ada di Indonesia,” katanya.

Pihaknya menambahkan, PERWATUSI mendorong wanita untuk aktif berolahraga agar sehat dan bugar dan diiharapkan mampu menunjang aktifitasnya.

Seminar ini sendiri menampilkan narasumber yang berkompeten yaitu Prof. Dr. Errol Hutagalung, Sp.B, SpMBO(K), Dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk, Dr. Ade Tobing, SpKO dan James Gwee sebagai motivator.  (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015