Pemerintah Dukung Kerjasama Vokasi Kadin Indonesia-Jerman

Rabu, 1 Nov 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Pemerintah menyambut positif kerjasama antara Kadin Jerman dan Kadin Indonesia dalam dalam peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi dan berharap kerjasama tersebut bisa dikembangankan oleh kedua pihak di masa depan.

Menaker M Hanif Dhakiri atas nama pemerintah pada acara simposium ‘Pendidikan vokasi (kejuruan) sistem ganda yang berorientasi pada praktik-peluang bagi Indonesia’, Selasa (31/10) mengatakan pemerintah akan mendukung penuh kerjasama ini dan berharap bisa meningkatkan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia,

Pendidikan vokasi, menurut menteri menjadi penting karena sistem ini menyelaraskan SDM pada skema pendidikan dan pelatihan. Juga menjadi memiliki terobosan dalam percepatan pembangunan SDM atau peningkatan kompetensi dari tenaga kerja serta sesuai postur angkatan kerja yang masih didominasi oleh lulusan SD/SMP.

Namun Menaker mengakui masih ada persoalan yang dihadapi sistem vokasi saat ini, yakni akses dan mutu vokasi yang masih sangat terbatas.

Idealnya dimanapun manusia Indonesia berada, harus memperoleh akses pelatihan kerja, vocasional training secara berkualitas.

Persoalan lain, kata Menaker, adalah image pelatihan vokasi masih dipandang sebagai tidak bergengsi dan tidak keren. Masyarakat masih lebih memilih anaknya masuk ke pendidikan umum di perguruan tinggi dibandingkan ke Politeknik atau vokasional.

Seharusnya bangsa Indonesia berkaca pada pengalaman Jerman dan negara-negara Skandinavia yang berhasil melakukan pembangunan ekonomi melalui kontribusi vokasi. Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi di negara Eropa berhasil menggenjot pembangunan ekonomi secara optimal.

Lebih jauh, Menaker menyatakan Kemnaker bersama Apindo  telah melakukan kerjasama dalam program pemagangan. Direncanakan pada 2018 nanti, akan ada 400 ribu pemuda yang akan ikut program pemagangan.

Hadir dalam acara simposium tersebut diantaranya Wakil Dubes Jerman Hendrik Berkeling, Wakil Ketua Umum bidang kebijakan moneter, fiskal dan publik Raden Pardede, Ketua Apindo Anton J. Supit, Deputi Bidang kordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, (hasyim)