Surat Terbuka Untuk Menaker RI

Kamis, 2 Nov 2017

INSIDEN terbakarnya pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Polda Metro Jaya mengungkapkan adanya proses pengelasan atap menjadi penyebab kebakarakan pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi pada Kamis (26/10).

Polisi mengatakan Subarkah Ega Sanjaya sedang mengelas atap. Naas di bawah atap tersebut bertumpuk 4.000 kg kembang api dan karyawan yang sedsang bekerja

Pengelasan menyebabkan percikan api sebab material di bawah atap merupakan bahan yang mudah terbakar. Argo menyebut polisi telah memintai keterangan dari 26 saksi.

Kebakaran tersebut menyebabkan korban meninggal 48 orang sementara korban lulka-luka berjumlah 46 orang.

Berangkat dari insiden itu Organisasi Serikat Pekerja Indonesia (OPSI) membuat surat terbuka kepada Menaker terkait pentingnya upaya pencegahan sehingga peristiwa serupa tidak terulang lagi, di  perusahaan-perusahaan yang rawan kecelakaan.

Kepada Yth
Bapak  Menteri Ketenagakerjaan RI

di Jakarta

Belajar dari beberapa kejadian musibah  yang menimpa kaum pekerja,  menurut hemat saya, digalakkan saja pembentukan Komite K3 di setiap perusahaan yang beresiko dan rawan  terjadinya  kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan akibat luka, sakit, cacat dan meninggal dunia bagi para pekerjanya.

Industri-industri yang perlu & sangat penting dibentuk Komite K3:

1. Perusahaan tambang (minyak, batubara, emas, dsb) 
2. Perusahaan Pembangkit listrik (TL, TA, TU, TS, dll)
3. Perusahaan alat-alat listrik (elektrik)
4. Perusahaan Konstruksi (bangunan, jalan, jembatan, bendungan)
5. Perusahaan Kimia atau yang menggunakan zat kimia
6. Perusahaan Textile, Garmen
7. Perusahaan Transportasi (Darat, Laut, Udara)
8. Perusahaan Mesin dan logam dasar
9. Perusahaan Produsen otomotif & pesawat terbang.
10. Perusahaan Produsen kertas, kardus, kemasan, dll
11. Perusahaan produsen bahan & alat-alat bangunan.
12. Perusahaan produsen bahan & alat-alat peledak/senjata
13. Perusahaan jasa pengiriman/ekspedisi
14. Perusahaan jasa property (gedung perkantoran, apartemen, dll)
15. Perusahaan jasa security (resiko karena aksi kejahatan)

Para Komite ini secara rutin diberikan pembekalan tentang norma-norma K3 agar mereka tahu bagaimana mencegah, mengantipasi & mengatasi jika terjadinya kecelakaan kerja, musibah, bencana, dan sebagainya.

Mungkin Kemnaker bisa bekerja sama juga dengan BNPB, Dinas Pemadam kebakaran, kesehatan,  lingkungan hidup serta instansi terkait lainnya. Insya Allah, dengan begitu, kesadaran tentang pentingnya K3 akan semakin tertanam dan meluas.

Terima kasih dan  selamat terus bekerja 

Salam hormat,
TAVIP

Presiden OPSI