Giwo: “Insya Allah, Laksamana Malahayati Final sebagai Pahlawan Nasional Perempuan”

Senin, 6 Nov 2017

images

JAKARTA (Pos Sore) — Wajah Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, terlihat begitu bahagia. Usulan KOWANI agar Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional Perempuan terkabul sesuai dengan gagasan dan harapan Kowani sebagai inisiator.

Meski harus melalui berbagai tantangan serta prosuder dan birokrasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, KOWANI bertekad untuk mengusulkan Laksamana Malahayati sebagai Pahalwan Nasional Perempuan ke-13.

Mengapa Laksamana Malahayati? Karena perempuan sejati ini sosok yang berani heroik, dan sangat hebat sepak terjangnya dan tersohor sampai belahan bumi. Sosok pahlawan dan role model paling ideal bagi generasi muda.

Giwo menuturkan, munculnya nama Laksamana Malahayati bermula dari pembelian lukisan di Museum Joeang 45 dari Wirawati Catur Panca senilai kurang lebih 10 juta pada 2001. Lukisan tersebut lalu dibawa ke KOWANI.

IMG-20171105-WA0016

“Pertama saya letakkan di ruang tengah kemudian pada saat saya menjadi Ketua Umum Kowani di tahun 2014 ternyata gambar tersebut ada di atas tangga dan saya minta kembali di ruang tamu Kowani di tempat yang terhormat,” tuturnya di sela Jalan Sehat Kebangsaan, di Jakarta, Minggu (5/11).

Pada 2016, Giwo mengangkat staf ahli dari purnawirawan Pati TNI-AL. Dari staf ahlinya ini terungkap sosok lukisan tersebut adalah Malahayati. Bagi Angkatan Laut, Malahayati sudah menjadi pahlawan, bahkan sudah digunakan menjadi KRI/kapal perang. Setara dengan nama-nama Ki Hajar Dewantoro, Sultan Hassanudin, Pangeran Diponegoro, Kristina Tiahahu dan lain-lain.

Lalu dalam acara HBH Keluarga Besar Kowani pada 21 Juni 2016 yang juga dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Mensos pun melihat sederet foto pahlawan. Pada saat itulah Giwo menyampaikan bahwa jumlah pahlawan perempuan nasional hanya 12 dari 169 pahlawan nasional.

“Maka saya berinisiatif mengusulkan agar Malahayati bisa diusulkan menjadi pahlawan nasional. Rupanya usulan saya tersebut disambut positif. Tidak hanya disetujui, bahkan mensos menantang untuk segera diajukan dan akan diproses,” tuturnya.

Setelah melalui proses panjang dan birokrasi yang juga cukup panjang, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan pada 10 November 2017 (tepat pada Hari Pahlawan) atau paling lambat pada 22 Desember (tepat pada Hari Ibu) Malahayati sudah final menjadi Pahlawan Nasional Perempuan.

“Insya Allah. Kita tetap berdoa semoga sesuai yang kita harapkan,” kata Giwo.

Giwo kembali mengingatkan, jika Malahayati adalah seorang yang pemberani dengan simbol kesetaraan gender. Yang menjadi panglima perang di laut. Jiwa ini juga yang diharapkan merasuk ke perempuan Indonesia.

“Sehingga perempuan Indonesia pantang menyerah dan mampu menjadi Panglima Perang dalam memerangi berbagai kesulitan dan tantangan modernisasi secara mantap, mapan dan masif sehingga lahir Malahayati-malahayati di semua sektor dan bidang-bidang lainnya,” tandasnya.

Menurutnya, Laksamana Malahayati sebagai laksamana perempuan pertama dapat dijadikan sebagai role model Kowani. Perempuan Indonesia memerlukan idola hati sebagai role model karena seorang pahlawan tentu memiliki segala kelebihan yang dijamin sangat layak diteladani (karena sudah diseleksi secara nasional).

“Saya sebagai Ketua Umum Kowani menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh stake holder, para pihak, perorangan yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung kegiatan usulan Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional,” tutupnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015