Sambut Hari Pahlawan, KOWANI Gelar Jalan Sehat Kebangsaan, Mensos: Jangan Lupakan Sejarah

Senin, 6 Nov 2017

IMG-20171105-WA0016

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2017, sejumlah elemen masyarakat mengadakan Jalan Sehat Kebangsaan yang disertai doa bersama lintas agama, Ahad (5/11).

Kegiatan mengambil start dari halaman Kantor Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jalan Imam Bonjol, menuju Bundaran Hotel Indonesia, lalu Jalan MH Tahmarin dan kembali ke Bundaran Hotel Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Giwo Rubianto Wiyogo, dan sejumlah tokoh lintas agama termasuk Wakil Imam Besar Masjid Istiqlal Syarifuddin Muhammad, Hendriette Lebang Hutabarat dari Perkumpulan Gereja Indonesia (PGI), dan lainnya.

Mensos mengatakan peringatan Hari Pahlawan yang dikemas dalam Jalan Sehat Kebangsaan, menjadi bagian penting agar kita tidak lupa sejarah. Jalan sehat yang melibatkan komunitas, organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan masyarakat umum, ini bisa mengembalikan ingatan masyarakat tentang perjuangan para pahlawan Indonesia.

IMG_20171106_064631

“Ada doa lintas agama, karena ini bagian penting perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Aspek spiritualitas dan kerja keras kita tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT, sehingga doa menjadi penting untuk merekatkan kehidupan kita sebagai satu bangsa,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto, mengatakan peringatan Hari Pahlawan ditujukan bukan hanya kepada mereka yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh negara. Tetapi juga mereka yang telah mengorbankan nyawa demi negara tetapi tidak dicatat dalam dokumen negara sebagai pahlawan.

“Apapun cara mereka meninggal, dan siapapun mereka, serta dari mana asal usul mereka, bagi saya mereka adalah pahlawan sejati, selama mereka terlibat dalam perjuangan bangsa ini,” kata Giwo.

Prosesi dan prosedur pemasangan atribut pahlawan yang cukup rumit, kata Giwo menjadikan tokoh yang tercatat sebagai pahlawan nasional hingga saat ini masih sangat sedikit. Kurang dari 170 orang.

IMG-20171105-WA0015

“Sulit dipercaya bahwa negara yang merdeka dengan nyawa dan darah hanya mampu mencatat 169 pahlawan nasional di ulangtahunnya yang ke-72,” ujar Giwo.

Giwo berpandangan sebagaimana banyak hipotesa beredar, bisa jadi banyak keluarga pahlawan yang juga enggan mengklaim diri sebagai keluarga pahlawan apalagi dengan birokrasi yang rumit.

Jika hal ini terjadi betapa kita menjadi bangsa yang sangat tidak mampu menghargai jasa para pahlawannya. Karena pastilah pada era perjuangan, kepahlawanan tidak dilaksanakan kegiatan administrasi sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara yang memiliki peradaban yang jauh lebih tinggi daripada kita.

Dari 169 pahlawan nasional yang ada, hanya ada 12 pahlawan nasional perempuan. Padahal kata Giwo, perjuangan perempuan yang jika diambil dan ditandai dari berdirinya Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sudah ada dan telah berjuang bersama-sama dengan laki-laki sejak tahun 1928. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015