Negara Luar Butuh Barista Indonesia

Selasa, 7 Nov 2017
Ir. Nana Mulyana, Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI

BANDUNG (Pos Sore) –- Upaya memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan terhadap generasi muda di sektor pariwisata, terutama penciptaan ahli pembuat kopi (Barista), Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK & PPK) sepanjang 2017 telah melatih 600 Barista dalam 25 angkatan.

Dalam Pelatihan atau Bimbingan Pra Inkubasi Bisnis In Wall (IB Inwall) Barista yang masing-masih dilasanakan selama seminggu itu para peserta dibekali dengan pelatihan Tehnik membuat seduhan kopi melalui beberapa metode, seperti Syiphon, Chemex, V60 dan Aeropress yang merupakan sistem Manual Brew dan juga ada yang menggunakan mesin seperti Espresso.

Kepala BBPPK dan PPK, Nana Mulyana, dalam keterangannya menyebutkan setiap angkatan terdiri atas 20 orang yang berasal dari selutuh Indonesia.

Dari total 600 peserta pelatihan itu, 500 dilatih di dalam lingkungan BBPPK & PKK (in wall) sedangkan 100 lainnya dilatih dengan sisten Out Wall di Batam dan Yogyakarta (out wall).

IMG-20171106-WA0044

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan itu, BBPPK & PKK akan memilih 60 di antara mereka untuk diikutkan pada uji kompetensi Barista. Ada beberapa orang Barista yang akan dikirim ke negara-negara pengguna jasa TKI seperti Singapura, Taiwan dan Hongkong.

Tentang kebutuhan negara lain terhadap Barista Indonesia, Nana Mulyana mengatakan data yang diperoleh BBPPK & PKK, tercatat negara Kuwait yang sangat membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kekosongan ahli pembuat kopi (Barista) di negara tersebut.

Kabar itu diperoleh BBPPK & PKK Kemnaker melalui komunikasinya dengan Atase Ketenagakerjaan di KBRI Kuwait, Alamsyah, beberapa waktu lalu.

Kebutuhan negara sahabat itu bisa dipenuhi oleh Barista-Barista Indonesia yang sampai ini sudah tercatat 700 orang yang pernah dilatih di BBPPK & PKK Lembang, katanya.

Untuk 2018 saja, lanjutnya, ada 200 Barista Indonesia yang dikirim untuk bekerja di Singapura dan Hongkong. Hal ini sesuai dengan permintaan Presiden Joko vWidodo yang menyebutkan Indonesia sebaiknya tidak hanya mengekspor kopi semata tetapi juga harus mampu mengirim Barista ke luar negeri.

Menindaklajuti perintah itu, Menaker Hanif Dakhiri mengeluarkan instruksi kepada BBPPK & PKK untuk mendata perkembangan Alumni IB inwall Barista secara berkelanjutan sehingga mampu untuk menjawab tantangan kerja yang terbuka di senantero dunia.

Dalam komunikasi dengan PosSore.com melalui Whatsapp (WA), Nana Mulyana mengatakan pelaksanaan pelatihan Barista di Lembang, bandung membuat beberapa daerah tergiur dan menggelar Pameran Kopi seperti pulau Sumatera yang melaksanakan Sumatera Coffee Expo di Binjai, Sumatera Utara.

IMG-20171106-WA0039

Pada event itu, para Barista asal Sumatera menunjukkan kebolehan mereka meyeduh kopi beraneka rasa kepada pengunjung segingga megundang decak kagum dari para pengunjung Expo tersebut, termasuk Kadis Naker yang selalu mendampingi para Barista selama Expo digelar. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015