BBPP Latih Warga Desa Mentaras Gresik

Kamis, 9 Nov 2017
Kepala BBPP, Sri Indarti diapit Camat Dukun dan Aparat Desa

JAKARTA (Pos Sore) — Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnaker, 9 – 11 Nopember 2017 melaksanakan kegiatan Pembinaan Desa Produktiv yang merupakan Program Desmigrative, di Desa Mentaras Kecamatan Dukun dan Desa CampurRejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kepala BBPP, Sri Indarti dalam penjelasannya kepada Possore.com mengatakan Potensi yang ada di desa Mentaras antara lain pertanian jagung dan perikanan air tawar dengan luas tambak sekitar 100 ha.

Hal ini, menurutnya, sangat positif karena selain bisa untuk dikonsumsi juga untuk dijual guna memenuhi kebutuhan di luar desa tersebut dan Provinsi jawa Timur pada umumnya.

Pelatihan yang digelar itu antara lain pembuatan sosis ikan, nuget dan produksi lainnya yang diharapkan dapat menjadi usaha keluarga Desa Mengtaras dengan nilai jual yang lebih baik ketimbang sekadar menjual ikan mentah.

Pada kesempatan itu juga terlontar keinginan masyarakat melalui Camat Dukun, Narto, ST, yang menginginkan dikembangkan kerajinan batik di desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga berharap untuk BBPP melaksanakan pelatihan pertanian jagung untuk diolah menjadi produk siap makan.

Sebagaimana diketahui Desmigratif adalah salah satu upaya pemerintah melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para TKI yang bekerja di luar negeri dan keluarganya sejak dari kampung halaman, saat bekerja hingga kembali ke kampung halaman.

Pemerintah telah menetapkan 122 desa kantong TKI dari berbagai provinsk  sebagai pelaksana program Desmigrative. Guna memastikan program berjalan sesuai dengan idealitas yang diharapkan, pemerintah merekrut tenaga Pendamping Desmigrative.

Salah satu pemicu terjadinya pengiriman TKI illegal dan kejahatan perdagangan orang adalah keterbatasan informasi tentang bermigrasi yang benar, serta lamanya proses pengurusan pada layanan migrasi.

Program Desmigratif melibatkan 11 Kementrian dan lembaga, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Ekonomi Kreatif.

Pemerintah juga menggandeng Bank Indonesia, BRI, BNI, Bank Dunia, PT Sampoerna, Buka erta sejumlah lembaga swasta lainnya.

Direncanalan pada 2018, Desmigratif akan dikembangkan pada 130 desa kantong TKI yang lain, dan 150 desa pada 2019. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015