BLK Dituntut Akomodir Kebutuhan Generasi Milenial

Kamis, 9 Nov 2017
Menaker M Hanif Dakhiri

SOLO (Pos Sore) — Insan industri harus mampu mengakomodir gagasan dari generasi muda termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja juga dituntut mendengarkan masukan generasi muda (milenial).

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat mengunjungi BLK Surakarta, Rabu (8/11) melontarkan hal itu sembari menambahkan saat ini banyak industri di mancanegara yang terus berkembang karena mengakomodir gagasan generasi muda.

BLK adalah solusi konkret peningkatan kompetensi bagi angkatan kerja Indonesia yang didominasi lulusan SD-SMP. Untuk itu standar kompetensi di BLK harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan dunia industri.

Ia menambahkan, dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja sebanyak 2 juta tiap tahunnya, BLK disipkan untuk menjembatani angkatan kerja agar bisa masuk ke dunia industri maupun berwirausaha melalui pelatihan vokasional.

Mengacu pada negara maju, lanjut Menaker, peran dan keterlibatan dunia industri dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk investasi SDM mencapai 70 persen.

Untyuk itu Menaker mengajak dunia industri untuk berperan aktif dalam peningkatan kompetensi baik itu instruktur, kualitas pelatihan vokasi di BLK, maupun pemagangan.

Menaker juga mengingatkan bahwa tugas BLK tidak hanya melatih saja. Tapi BLK juga bertugas menempatkan alumni dan memonitoring. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015