Semua Barista Sumatera Berbakat

Selasa, 14 Nov 2017

JAKARTA (Pos Sore) -- Setelah bertarung dalam ajang lomba meracik dan menyeduh kopi terenak se Sumatera yang digelar di Mall Binjai, Medan, Arief Roby Nurohman dari Gayo Takengon Aceh berhasil keluar sebagai Juara I mengunggukli 48 peserta lainnya. Menyusul Khairudin Dyo dari Bener Meriah – Aceh dan Arif Fauzi Pratama dari Binjai, sebagai Juara II dan III.

Perwakilan dari Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK & PKK) Lembang, Bandung, Rahim,  usai memberikan penghargaan dan hadiah kepada pemenang mengatakan, lomba seperti ini akan digelar di seantero tanah air oleh para Barista dengan menggandeng Pemerintah Daerah dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Dia menilai, penetapan juara oleh dewan juri adalah suatu kewajaran dalam setiap  event perlombaan tetapi bukan berarti peserta yang ikut pada lomba ini tidak mampu meracik kopi yang enak. “Semua enak dan hebat, tetapi tentunya ada yang lebih enak,” mereka inilah yang akhirnya bisa menjadi juara. Pada prinsipnya semua Barista di Ajang kompetisi itu berbakat.

IMG-20171113-WA0041

Sebagaimana diberitakan sebelumnya adu ketangkasan membuat kopi dalam Sumatera Coffee Expo 2017 yang digelar 11 dan 12 November lalu diikuti oleh 48 peserta se Sumatera adalah ajang adu ketangkasan antarperacik atau penyeduh kopi profesional (barista).

Dalam kompetisi ini para Barista dituntut ketangkasan dan kemampuannya dalam menyajikan kopi terenak hanya dalam waktu 10 menit. Penampilan mereka seketika mengudang decak kagum dari pengunjung Mall Binjai, Medan. Bahkan para penonton engggan meninggalkan tempat berdiri.

Kegiatan itu merupakan kerjasama antara Sumatera Coffe Association (SCA), Mall Binjai dan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK & PKK) Lembang, Bandung.

Dalam adu ketangkasan yang dimenangkan oleh Arief Roby Nurohman dari Gayo Takengon Aceh itu ada dua jenis perlombaan yang dilaksanakan, yakni kategori manual brewing dan latte art competition yang kemudian dinilki oleh tiga orang juri, masing masing adalah Aldi Rifaldi (Jakarta), Tonggo Simangunsong (SCA) dan Rangga Hadi (manajer Starbuck, Medan). Ketiga juri ini juga berkecimpung dalam dunia kopi.

Kelala BBPPK & PKK, Kemnaker, Nana Mulyana ketika dihubungi per telepon mengatakan, pihaknya akan memanggil Ketiga pemenang untuk diberikan pelatihan dan sertifikat kompetensi. Selanjutnya kepoada para pemenang akan diberikan pilihan apakah mau bekekja sebagai barista di luar negeri atau membuka usaha sendiri.

Jika berkeinginan untuk membuka usaha sendiri, kata Nana Mulyana, pihaknya akan memberikan pendampingan. Jika memilih bekerja ke luar negeri maka BBPPK & PKK akan menhyalurkan sesuai ketentuan.

Lomba Adu Ketangkasan Meracik dan menyeduh Kopi yang dilaksanakan oleh para Barista Alumni BBPPK & PKK sekaligus menjawab pernyataan Presiden  Joko Widodo yang menyebutkan sekolah khusus untuk menjadi barista alias ahli membuat dan menyajikan kopi masih belum ada.

“Sekolah mengenai kopi enggak ada,  enggak ada yang mendidik barista, enggak ada,” kata Jokowi, dalam Rakornas Kadin, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10) sebagaimana dikutip sebuah media online.

Pengamatan possore.com menunjukkan  BBPPK & PKK Kemnaker adalah satu-satunya instansi pemnerintah yang melatih dan mendidik para peracik kopi terenak. Hingga akhir tahun ini BBPPK & PKK sudah melatih 25 angkatan atau sekitar 700 Barista yang tersebar di seluruh tanah air.

Ketika menyeruput kopi Bali di Istana pada, Selasa (15/17) lalu Presiden berujar yang paling penting adalah bagaimana produk kopi ini tidak dijual mentahan, tetapi juga mengirim barista yang semakin banyak seperti ke Timur Tengah.

Nilai ekspor kopi RI per 2015 menurut data BPS adalah US$1.189.551.300. Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia.

“Kita harus menjadwab tantangan itu. Kopinya ada, baristanya siap dan akan kita garap besar-besaran. Mungkin bisa jadi barista dalam rumah-rumah pribadi dan barista di kafe-kafe,” kata presiden Jokowi ketika itu. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015