Membangun Kemitraan UMKM Depok dan Pengembang Properti

Rabu, 15 Nov 2017

DEPOK (Pos Sore) — Sebagai penyangga Ibukota Jakarta, Depok punya pengaruh kuat terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. Ini jelas menjadi peluang sekaligus tantangan agar kota Depok mampu menyelaraskan potensi ekonomi yang dimiliki.

“Tantangan ekonomis jangka pendek adalah menyediakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan ekonomi lokal yang tepat,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Depok Miftah Sunandar saat acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Membangun Kemitraan UMKM Depok Pengembang Properti’, di Marketing Gallery Cimanggis City, Depok, Rabu (15/11).

Pihaknya menilai perkembangan ekonomi di kota Depok cukup pesat namun kurang menyentuh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perhatian Pemkot Depok dan stakeholders terkait melalui program pemberdayaan dan pengembangan UMKM belum secara menyeluruh dan kontinyu menyentuh seluruh potensi UMKM yang ada.

“Padahal pelaku UMKM perlu mendapat perhatian penuh dari semua pihak sehingga perkembangan ekonomi di Kota Depok tidak hanya dinikmati oleh segelintir pengusaha berkantong tebal,” tandasnya.

Menurut Miftah, permasalahan yang dihadapi UMKM sebetulnya bukan saja modal. Para UMKM juga butuh edukasi dan pendampingan sehingga mereka punya kesempatan berjualan dengan nyaman serta tentu menguntungkan.

Karenanya, untuk menciptakan kondisi tersebut perlu langkah-langkah kongkrit dan kontinyu dari pemerintah sebagai wujud keberpihakan terhadap pengembangan UMKM. Salah satunya, mendorong kemitraan usaha strategis antara perusahaan skala besar dengan yang kecil.

“Banyak pola kemitraan usaha besar-kecil yang bisa dilakukan, antara lain transfer knowledge, edukasi dan pendampingan guna meningkatan keahlian sumber daya UMKM sehingga memiliki daya saing yang kuat. Jadi, perusahaan besar tidak melulu harus menyediakan lapak atau tempat berjualan bagi UMKM,” ujar Miftah.

Terkait permodalan bagi pelaku UKM, KADIN Depok akan memfasilitasi dan menjembatani pelaku UKM yang tergabung dalam Koperasi untuk mengakses dana bergulir yang ada di kementerian Koperasi UKM.

“Kadin akan memfasilitasi dan menjembatani UKM yang tergabung dalam koperasi yang ada di Depok untuk mengakses dana bergulir di kementerian. Mengingat koperasi-koperasi yang ada di Depok sudah banyak yang tidak aktif lagi, makanya dilakukan pendataan lagi,” kata Miftah.

Sementara itu, Project Director Cimanggis City, Sanggam Sitorus, dalam kesempatan yang sama mengatakan, salah satu kemitraan yang bisa dilakukan dengan UMKM yaitu menjadi supplier atau vendor yang menyuplai berbagai kebutuhan perusahaan skala besar.

“Di sini, terbuka kesempatan bagi UMKM untuk menyuplai kebutuhan catering kami. Jadi, kemitraan yang kita bangun di sini bisa saling menguntungkan. Kami bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan catering dan di sisi lain UMKM pun bisa terus berkembang karena dapat order,” terangnya.

Selain itu, Cimanggis City nantinya tidak hanya menawarkan hunian bertingkat tetapi juga unit-unit ruko dengan harga sangat terjangkau bagi UMKM. “Ini bentuk kepedulian kami terhadap tumbuh kembangnya UMKM di Kota Depok,” tambahnya. (tety)