18.4 C
New York
21/04/2021
Ekonomi

OSO Ajak Broker Jadi Pahlawan Sejahterakan Rakyat

JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan para pahlawan yang rela berjuang untuk mensejahterakan rakyat.

“Masa lalu, pahlawan berjuang dengan harta, tenaga serta nyawa untuk merebut kemerdekaan. Sekarang pahlawan dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan yaitu mensejahterakan rakyat.”

Itu disampaikan saat memberi kata sambutan pada pertemuan para broker yang terhimpun dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (29/11). Prtemuan tersebut diikuti ratusan broker dari berbagai daerah di tanah air.

Oesman Sapta mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia sudah final. “Pancasila adalah payung buat seluruh bangsa Indonesia termasuk anggota broker Indonesia yang tergabung dalam AREBI,” ungkap senator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat tersebut.

Sebagai payung bagi semua, lanjut laki-laki yang akrab disapa OSO tersebut, Pancasila bisa menolak intervensi ideologi asing yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia.

“Saat ini, bangsa Indonesia ramai-ramai dikeroyok ideologi asing di luar Pancasila. Untungnya, kita memiliki ideologi Pancasila. Karena itu, saya meminta broker juga ikut menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.”

Dalam mengisi kemerdekaan, OSO mengajak semua anak bangsa untuk membangun bangsa dalam usaha memperbaiki perekonomian. “Salah satu pihak yang ikut menentukan pembangunan ekonomi adalah asosiasi broker,” kata dia.

Di Eropa keberadaan broker sangat diharga. Demikian pula dengan Singapura, broker disegani. “Broker bukan hanya penghubung antara penjual dan pembeli tetapi juga sebagai pelindung keduanya. Inilah yang membuat broker disegani dan nilainya sangat tinggi.

OSO membandingkan, di Singapura dengan memiliki sekitar 28.000 broker. Indonesia dengan penduduk 250 juta jiwa, broker tidak lebih dari 1 juta.

“Sepertinya ada kesalahan sistem. Sudah 20 tahun kok baru segitu? Kalian terlalu sabar dan pasrah. Ke depan hal demikian, tidak boleh terjadi.”

Di tengah massifnya pembangunan rumah, kata OSO, kehadiran broker dibutuhkan masyarakat. “Jadi peluang broker sangat tinggi.
Sebagai perantara antara penjual dan pembeli, broker harus mendaftarkan diri pada organisasi resmi. Kalau tidak, berarti diia broker gelap sehingga yang dijual juga barang gelap,” demikian Oesman Sapta Odang. (decha)

Related posts

Iuran BP Jamsostek Tetap Terjaga Walau JPK Dilepas

Tety Polmasari

BPH Migas Kunjungi Walikota Medan Terpilih Bobby Nasution

Tety Polmasari

Bank BTN jalin kerjasama dengan Universitas Negeri Medan

Tety Polmasari

Leave a Comment