16.4 C
New York
02/06/2020
Aktual

7 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk

JAKARTA (Pos Sore) – Tujuh penjual satwa yang dilindungi dibekuk penyidik Subdit III Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, minggu lalu. Dalam aksinya, pelaku menjual melalui media sosial.

“Dulu untuk penjualan satwa yang dilindungi ini melalui toko-toko. Tapi sekarang pakai cara menggunakan teknologi maju. Yaitu melalui media sosial. Mereka kami tangkap minggu ketiga Januari,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

Salah satu media sosial yang digunakan adalah Facebook. Dimana melalui grup-grup atau komunitas tersendiri. Pelaku masing-masing, SF, AM, MBK, HRN, IA, ETW, dan AR, ditangkap karena menjual di beberapa wilayah. “Mereka kami tangkap saat menjualnya di Cengkareng (Jakarta Barat), Penjaringan (Jakarta Utara), Matraman dan Rawamangun (Jakarta Timur), Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Bekasi, dan Beji (Kota Depok),” ungkapnya.
Mereka menjualnya melalui pemesanan terlebih dahulu. Setelah ada pemesanan baru penjual ini mencari binatang yang di pesan ke beberapa wilayah. “Mereka tidak stock binatang yang dijualnya. Tapi jika ada pemesan, mereka baru mencarikannya di wilayah Lampung dan Jawa,” tuturnya.

Setelah binatang ditangkap, pemesan dan penjual bertemu di suatu tempat melakukan transaksi. “Jadi mereka tidak mengirim binatang itu melalui jasa kurir atau ekspedisi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 40 aya 2 Jo Pasal 21 ayat 2 huruf a, Undang Undang RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (marolop)

Related posts

SBY Beri Muhaimin Rapor Merah

Tety Polmasari

Aussie Firms Offers Finally Categorised Barriers On account of Lead Systems Services

Tety Polmasari

Ma’ruf Amin: Koperasi Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan

Tety Polmasari

Leave a Comment