Perpadi Keberatan Pemerintah Bagi Mesin Giling Padi Langsung ke Petani

POS SORE – Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso, mengaku kurang setuju atas niat pemerintah yang akan memberikan langsung alat penggiling gabah dan alat pengering kepada petani.

Sutarto mengatakan, alat tersebut akan lebih bermanfaat jika dikelola langsung oleh pelaku yang kompeten dalam bidang tersebut. Petani katanya tidak kompeten dalam hal pengelolaaan alat tersebut. Jadi alat penggilingan dan alat pengeringan itu tidak efektif jika diberikan langsung kepada petani.

“Kalau menurut kami, boleh saja itu untuk petani tapi akan lebih efektif kalau dipegang dan dikelola oleh penggilingan padi di desa. Karena dia sudah entrepreneur jadi akan lebih efektif. Petani harus mengelola? Kok saya tidak yakin karena dia bukan entrepreneur,” jelas Sutarto Alimoeso yang juga mantan Durut Bulog.

Sutarto menjelaskan, jika peralatan tersebut diberikan langsung ke petani, siapa nanti yang akan mengelola mesin, seperti spare part harus ganti, siapa yg mengerjakan setiap hari. Petani itu kan jagonya ya bertani.

Pada awalnya Perpadi mengajukan penyaluran KUR mesin pengeringan padi pasca panen sebesar Rp7 triliun tahun ini. Dengan dana itu, maka pemerintah dapat membantu sekitar 13.000 perusahaan penggilingan untuk melakukan revitalisasi.

Seperti diketahui, jumlah perusahaan penggilingan di Indonesia saat ini 172.000 dengan mayoritas tersebar di Pulau Jawa. Menurut Sutarto perusahaan penggilingan yang ada itu juga tergolong usaha kecil karena 95% hanya memiliki kapasitas produksi di bawah 1,5 ton per jam.

Revitalisasi jelas Sutarto dianggap penting untuk keberlangsungan hasil panen yang berkualitas karena per hari penggiling hanya bisa menghasilkan rata-rata 10 ton.

Skema KUR pengeringan ini merupakan penyelesaian pada jalur hilir atau pasca panennya. Sebab, pasca panen menentukan hasil kualitas padi ketika menjadi beras nantinya.

Sementara itu, Pemerintah berencana memberikan mesin pengering gratis kepada petani untuk mendukung percepatan serap gabah dalam rangka pemenuhan cadangan beras pemerintah.

Menurut Mentei Pertanian, Amran Sulaiman dengan memberikan mesin pengering gratis kepada petani akan dapat memotong satu rantai pasokan yang berimbas pada penurunan harga. Selain itu juga kualitas gabah kering dari tingkat petani juga akan semakin membaik.

Amran mengatakan pembagian mesin pengering gratis bagi petani akan bersinergi dengan bulog. Hal ini pun dilakukan untuk mempersingkat mata rantai dari 5 kali menjadi 2 atau 3 mata rantai maksimal sehingga bulog bisa membeli dengan harga murah. (emf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!