Pembangunan 12 Jalan Ditunda Akibat Kesalahan Administrasi

POS SORE – Mengurus proyek yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat seperti orang main-main saja, akibatnya 12 kegiatan pembangunan jalan senilai Rp 1,7 miliar di Kota Bekasi terpaksa ditunda pada 2018 ini.

Pemicunya karena ada kesalahan administrasi yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi dalam menginput nama jalan yang akan dibangun.

Pengamat perkotaan dari Universitas Islam’45 Bekasi, Adi Susila, menyayangkan adanya kesalahan administrasi tersebut. Seharusnya, kata Adi pemerintah daerah melakukan perencanaan itu yang matang, sehingga tidak terjadi kesalahan administrasi.

“Ya kalau semua salah seperti ini, berarti kan proyek tertunda. Dan ini sangat merugikan masyarakat. Seharusnya jalananan sudah mulus ini masi banyak berlubang,” tegas Adi Susila, Senin (21/5).

Adi mengusulkan, sebaiknya Pemerintah Kota Bekasi memiliki sistem e-budgeting dalam perencanaan pembangunan. Seperti yang sudah diterapkan Pemprov DKI.

Menurut Dicky Irawan, Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas BMSDA Kota Bekasi kesalahan input ini terlihat saat dicek ke lokasi rupanya nama jalan yang akan dibangun sama dengan usulan masyarakat yang hanya menggunakan nama RT.

Karena lokasinya sama, maka pemerintah terpaksa menunda pembangunan tersebut guna menghindari alokasi dana yang ganda. “Tidak boleh ada dana double (ganda) karena itu, ketimbang tidak diserap kami alihkan ke kegiatan yang lain,” kata Dicky pada Senin (21/5).

Dicky mengungkapkan, walai akhirnya tertunda, pihaknya tetap kembali mengusulkan pembangunan 12 jalan tersebut ke Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Mudah-mudahan usulan ini diterima, jadi 12 kegiatan yang semula ditunda akan tetap berjalan di tahun ini. Untuk jenis kegiatannya ada yang peningkatan jalan rusak maupun jalan baru,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah kegiatan proyek yang dibangun pada tahun 2018 sebanyak 403 titik. Jumlah itu dianggarkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 sebesar Rp200 miliar.

Sementara untuk alokasi pemeliharaan jalan tahun 2018 hanya Rp8 miliar. Jumlah ini lebih kecil dibanding tahun 2017 yang menembus Rp 50 miliar.
“Jauh sekali turunnya, hal ini diakibatkan karena defisit anggaran,” ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas BMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto mengatakan, sebenarnya peningkatan jalan di Kota Bekasi masih sangat banyak.
Menurut dia, ada 14,5 kilometer jalan yang masih belum dibeton.

“Kebanyakan aspal di jalan itu sudah terkelupas, sehingga kulit jalan menjadi tanah lagi,” katanya. Dari 14,5 kilometer yang akan dikerjakan tersebut di antaranya sisi barat Jalan Perjuangan sepanjang 8 kilometer, Jalan Rawa Pasung sepanjang 2 kilometer dan Jalan Pangeran Jaya Karta sepanjang 4,5 kilometer. (emf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!