16.5 C
New York
19/09/2020
Aktual

Kemenkop Minta UKM Ubah Paradigma Berpikir

JAKARTA (Pos Sore) — Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menegaskan semua lembaga kemasyarakatan atau asosiasi yang membidangi pemberdayaan UKM di Indonesia agar mampu mengubah paradigma berpikir. Jangan lagi datang ke kementerian meminta arahan menteri, dan sebagainya.

“Datang ke kita sudah dengan membawa konsep atau ide pemberdayaan UKM untuk kita pelajari dan kemudian disinergikan dengan program-program pemberdayaan UKM yang ada,” ungkap Meliadi pada acara UKM dan IKM Nusantara Expo 2018 di Jakarta, Sabtu (4/8).

Di acara yang dihadiri Menteri Sosial Idrus Marham dan 1000 pelaku UKM dari seluruh Indonesia, Meliadi menyebutkan pihaknya memiliki Gedung Smesco Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk sarana promosi dan pemasaran bagi produk UKM seluruh Indonesia secara gratis.

“Smesco Indonesia itu miniatur produk UKM berkualitas seluruh provinsi yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk pelatihan-pelatihan atau workshop. Silakan manfaatkan gedung tersebut,” tandas Meliadi.

Terkait permodalan, Meliadi menunjuk kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga sangat murah 7% dan dana bergulir dari LPDB KUMKM yang bisa diakses dengan mudah dan cepat. “Saya berharap, pelaku UKM bisa memanfaatkan itu untuk pengembangan usahanya,” kata Meliadi.

Selain itu, lanjut Meliadi, ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang agar dijadikan sebagai peluang emas bagi pemasaran produk UKM. “Selain atlet, Asian Games 2018 juga mampu mendatangkan puluhan ribu turis. Itu pasar yang luar biasa dan harus dimanfaatkan,” ujarnya.

Meliadi juga mengajak seluruh pelaku UKM agar mulai menekuni dunia e-commerce untuk lebih memperluas pasar bagi produknya. “Kita tak bisa menghindari kemajuan zaman ekonomi digital. Kita harus masuk ke sana bila tidak ingin ketinggalan. Yang penting kualitas produk tetap terjaga agar berdaya saing di pasar global,” tegas Meliadi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum UKM dan IKM Nusantara Hj Chandra Manggih Rahayu menjelaskan, organisasi yang dipimpinnya sudah berusia lima tahun. Selama lima tahun itu pula sudah banyak program dijalankan untuk memberdayakan UKM dan IKM di seluruh Indonesia.

“Kita sudah ada di 24 provinsi dan terus melakukan sosialisasi program pemberdayaan. Apalagi, saat ini juga kita sudah memiliki website sendiri,” tukas Chandra.

Untuk itu, Chandra berharap agar program-program yang ada di UKM dan IKM Nusantara bisa disinergikan dengan program pemerintah, termasuk Kemenkop dan UKM. “Pada dasarnya, kita memiliki tiga program strategis, yaitu terkait permodalan, produksi, dan pemasaran.

“Saya juga berharap agar setiap ada program pemberdayaan UKM selalu melibatkan kita, agar bisa seiring dan sejalan dengan tujuan kita dalam menciptakan produk berkualitas”, kata Chandra. (tety)

Related posts

The newest Steel Media Reviews Supply by china manufacturer

Tety Polmasari

Kerja Sama Internasional, Kunci Tercapainya Agenda 2030

Tety Polmasari

Atezolizumab, Revolusi dalam Pengobatan Kanker Kini Hadir di Indonesia

Tety Polmasari

Leave a Comment