Menteri Siti Hadiri Holland Alumni Reception 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 500 orang Holland Alumni Reception 2018 memenuhi ruang auditorium Wisma Antara, Jumat (9/11) malam. Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu dihadiri Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, yang juga pernah mengenyam pendidikan di negeri Belanda.

Acara bertajuk ‘Sustainable Communities for Circular Economy’ ini juga dihadiri Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl,  Wakil Duta Besar Belanda Ferdinand Lahnstein, Atase Pendidikan Indonesia KBRI di Belanda, perwakilan 27 institusi pendidikan tinggi Belanda, para profesor yang sedang melakukan PhD Recruitment, dan para alumni Belanda.

Dalam pemaparannya, Siti Nurbaya yang juga alumni Groningen University ini menekankan perlunya peran kalangan terpelajar luar negeri, khususnya alumni Belanda, dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di setiap wilayah di Indonesia.

“Pengelolaan sampah plastik harus terus diupayakan, perlu peran serta para alumni yang sudah pengalaman belajar di Belanda, juga pengalaman dalam mengelola sampah rumah tangga selama tinggal di sana,” jelas Siti Nurbaya.

Menurutnya, Indonesia bisa belajar tentang pengelolaan sampah rumah tangga dari masyarakat Belanda. “Siapapun saat pertama kali ke Belanda maka seakan-akan di Belanda tidak ada sampah karena tidak melihat atau menemukan sampah di sana,” ujarnya.

Menteri Siti Nurbaya Bakar mengaku hadir dalam pertemuan para alumni Belanda itu untuk berpartisipasi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil sangat penting.

Menurutnya, mengapa penting mengenyam pendidikan di Belanda karena tingkat disiplin yang tinggi. Selain itu, sejumlah teknologi yang dimiliki Belanda juga terbilang canggih. Sebut saja teknologi remote sensing atau teknologi pertanian.

Siti mengatakan, teknologi remote sensing bisa saja diterapkan di Indonesia untuk bisa menghasilkan produksi pertanian yang efektif. Hal itu bisa dilakukan dalam aspek perencanaan. Tinggal dikombinasikan antara penggunaan, penataan lahan dengan penduduknya ingin melakukan pekerjaan apa.

“Belanda cukup advance dalam hal teknologi. Temasuk yang sedang dibahas sekarang yaitu sirkular ekonomi. Karena kalau kita lihat ke Belanda, tidak ada sampah rasanya,” katanya lagi.

Tak hanya itu, sejarah perjalanan bangsa Indonesia juga banyak tersimpan di sejumlah universitas di Belanda, terutama Universitas Leiden dan Universitas Utrecht. Di dua kampus itu, data tentang Indonesia, dimulai dari tahun 1800 sudah ada di situ. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!