Tahun Depan Pemerintah Beri Perhatian Lebih Kembangkan Inovasi Teknologi

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai Indonesia jauh tertinggal dari negara lain soal inovasi teknologi. Penyebabnya, Indonesia masih sibuk dengan hal-hal tidak penting.

“Indonesia harus mulai melakukan loncatan guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain,” tegasnya, usai memberikan keynote speech dalam Seminar Nasional ‘Pembangunan Berbasis Inovasi di Era Industri 4.0’, yang diadakan Dewan Riset Nasional (DRN), Selasa (5/12).

Luhut menilai selama ini Indonesia tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap pemerataan pembangunan teknologi. Karenanya, mulai tahun depan, pemerintah akan mulai memberi perhatian lebih dalam mengembangkan inovasi teknologi.

“Kita tahun depan mulai, Presiden bilang soal human capital. Kita siapkan training, perubahan mindset dan gimana membuat revolusi 4.0 teknologi,” jelasnya.

Diharapkan, dengan membaiknya inovasi teknologi, Indonesia bisa melepas ketergantungan terhadap teknologi dari negara lain.

Luhut menambahkan, jika Indonesia serius mengembangkan riset, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor minyak. Minyak mentah dapat digantikan dengan B20. B20 merupakan bahan bakar diesel campuran minyak nabati 20% dan minyak bumi 80%.

“Jumlah impor minyak mentah bahkan dapat semakin berkurang apabila B100 diterapkan.
Presiden bilang bisa gak kita buat B100? Saya bilang bisa pak. Masa iya otak kita kalah dengan orang-orang di sana. Tidak perlu takut! Kalau kurang ya kita perbaiki. Dengan riset,” kata Luhut. 

Sayangnya, riset dan inovasi teknologi di Indonesia masih jauh tertinggal. Karena itu, Luhut mendorong DRN mendorong inovasi dalam negeri sehingga dapat melakukan lompatan dalam bidang teknologi. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!