Ini Karakteristik Penipuan Investasi Berkedok Koperasi

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satuan Tugas Waspada Investasi telah memetakan modus baru penipuan investasi berkedok koperasi di era digital. Biasanya, koperasi bodong itu memanfaatkan website dan berbagai teknologi komunikasi.

“Teknologi digital tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mengiklankan produk-produk investasi dari koperasi ilegal yang mereka dirikan supaya dapat menjaring masyarakat berinvestasi dan menaruh duitnya di koperasi tersebut,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno dalam diskusi ‘Waspada Penipuan Berkedok Koperasi’, di Jakarta, Selasa (4/12).

Karenanya, ia mengingatkan banyaknya penipuan mengatasnamakan koperasi, terlebih di era digital. Sebelum bermitra dengan koperasi atau menjadi calon anggota ada baiknya kenali terlebih dulu lembaga, usaha, badan hukum, dan sebagainya.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing menjelaskan, penipuan tersebut di era digital saat ini sudah mampu untuk menduplikasi dari situs koperasi yang sudah berbadan hukum jelas atau legal.

Karakteristik investasi bodong yaitu, menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru atau member get member, memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama atau  public figure untuk menarik minat berinvestasi.

Selain itu, klaim tanpa risiko (free risk), legalitas tidak jelas atau tidak memiliki izin, memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha, memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!