Mesin-Mesin Canggih Asal Taiwan Dipamerkan di Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Industri permesinan asal Taiwan kembali meramaikan ajang Manufacturing Indonesia 2018, yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada 5-8 Desember 2018. Kesuksesan tahun lalu yang diraih Taiwan diharapkan kembali terulang

Peter Lan, Deputy Representative of Taipei Economic and Trade Office (TETO) in Indonesia menekankan, pada 2017, industri permesinan Taiwan mengalami peningkatan produksi tahunannya menjadi NTD 1 trilyun (sekitar US $ 2,56 milyar), didorong sebagian oleh 21% kenaikan dalam ekspor dari tahun ke tahun.

Program Intelligent Machinery adalah salah satu dari lima tujuan utama pengembangan industri Taiwan di bawah Presiden Tsai Ing-wen.

Selama periode Januari hingga Oktober tahun ini, Taiwan mengekspor total nilai US $3,02 miliar pada peralatan mesin, meningkat 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mesin pemotong logam menyumbang US $2,56 miliar, meningkat 14,2%, sementara mesin pembentuk logam menghasilkan US $466 juta, naik 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

John Tang, Deputy Director of Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) menyebutkan, Taiwan tetap menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke pasar Indonesia dan akan terus melayani sebagai mitra terbaik untuk Indonesia.

Impor peralatan dan aksesoris mesin buatan Taiwan pada 2017 mencapai 69 Juta Dolar AS, yang menjadikan bangsa Indonesia sebagai pemasok peralatan mesin terbesar ketiga. Berkontribusi 11,23% dari total impor tahunannya, yang bernilai 614,6 Juta Dolar AS.

Sementara itu, dari Januari hingga Agustus tahun ini, impor peralatan mesin dan aksesoris buatan Taiwan mencapai 50.243 Juta Dolar AS, yang meningkat 3.50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari total mesin bubut dan mesin putar yang diluncurkan pada periode Januari-Desember tahun lalu, Indonesia menyerap sekitar US $42,64 juta. Taiwan menyumbang 20,39% dari total, dengan nilai pada US $ 8,69 juta.

Sebagai pusat permesinan, Indonesia mengimpor total USD $ 56,58 juta selama periode yang sama, dengan Taiwan memasok 14% dari kebutuhan, atau sekitar US $7,92 juta.

Ekspor dari pusat permesinan Taiwan ke Indonesia yang tertinggi ke-2 di tahun lalu, sedangkan ekspor mesin bubut dan mesin putar dari Taiwan ke Indonesia menduduki peringkat ke-3 tertinggi di tahun ini.

John Tang juga mencatat manufaktur Smart Machinery Pavilion Taiwan ini merupakan produsen peralatan mesin, mesin injeksi plastik, peralatan periferal otomatis, dan platform IoT yang akan menawarkan solusi manufaktur cerdas.

Berdasarkan konsep pabrik berbasis IoT, ide-ide tersebut akan dipamerkan kepada industri manufaktur lokal Indonesia dan para pengunjung untuk memahami bagaimana menerapkan kecerdasan mesin secara otomatis.

Manfaatnya termasuk meningkatkan kualitas manufaktur dan efisiensi pemesinan, mengotomatisasi periferal untuk mengurangi tenaga kerja dan meningkatkan stabilitas, dan memonitor penggunaan energi untuk seluruh pabrik melalui informasi produksi secara langsung.

Dengan meningkatnya tren IOT dan Smart Manufactur, industri peralatan mesin Taiwan juga telah berfokus pada pengembangan sistem otomatisasi dan layanan yang akan melengkapi pabrik-pabrik mobil untuk tantangan dan peluang di masa depan. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!