Ngobras SNI: Siemens Indonesia Sadari Pentingnya Standarisasi Mutu Produk

JAKARTA (Pos Sore) — Siemens Indonesia mendukung komitmen pemerintah menghadapi Revolusi Industri 4.0. Perusahaan penyedia teknologi itu mengklaim sudah siap menyambut industri 4.0 dan tengah menerapkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pendidikan sumberdaya manusia dalam rangka mendukung pengembangan revolusi industri 4.0.

Danu Setyo Nugroho, Manager Process Industries & Drives Promotion & Support Process Automation PT. Siemens Indonesia, di sela Ngobras SNI atau Ngobrol Bareng Santai Stantadarisasi Nasional Indonesia bertema ‘Implementasi Standardisasi Industri 4.0 di Siemens’, yang diadakan Badan Standardisasi Nasional (BSN), mengatakan, saat ini pabrikan dan produknya sudah menggunakan teknologi tersebut.

“Karena kami merupakan teknologi provider, maka kami sudah melakukan transformasi sendiri, baik itu melalui program pemerintah dan aktif memberikan keterampilan dalam penerapan otomasi industri. Implementasi indusrtri 4.0 yang dilakukan juga harus tepat sasaran dan kajiannya juga harus detail. Kalau tidak, kolaborasi robot itu bisa memperlambat proses industri 4.0,” tegas Danu lewat saluran telepon, di Jakarta, Kamis (6/12).

Menurutnya, peningkatan keterampilan serta pelatihan kembali tenaga kerja sangat penting untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi baru. Pihaknya juga terus mencoba meningkatkan kinerja dan melakukan diskusi digital.

“Yang terpenting bagi kami, inovasi yang ada di setiap produk merupakan wujud ketekunan dalam memenuhi semua kebutuhan pelanggan. Beragam inovasi tersebut terus berkembang seiring dengan komitmen untuk menjaga kualitas tiada henti,” paparnya.

Sementara itu, Erdy Kurniawan, Head of Quality Management dan EHS dari PT Siemens Indonesia, menambahkan, Siemens Indonesia secara berkesinambungan melakukan berbagai langkah dan upaya meningkatkan mutu layanan. “Hal itulah yang mendorong perusahaan untuk senantiasa terus meningkatkan layanan melalui proses sertifikasi standar kerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, perusahaan menyadari pentingnya standarisasi mutu dalam seluruh produk yang dihasilkan, termasuk komitmen dalam penerapan SNI di setiap produktivitas Perusahaan. Komitmen tersebut dibuktikan melalui standar internasional dan nasional yang diterima oleh perusahaan.

Sebut saja seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 50001:2011, dan OHSAS 18001:2007 serta sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

“Kami termasuk salah satu perusahaan yang telah berkontribusi dan mengambil peran dalam hal standardisasi proses dan produk. Siemens bekerjasama dengan BSN dalam rangka melakukan sosialisasi serta ikut merumuskan berbagai kebijakan standardisasi demi memastikan mutu dari layanan dan produk yang dihasilkan oleh Perusahaan,” ungkap Erdy.

Kabag Humas BSN, Titin Resmiatin, mengatakan, Siemens sebagai salah satu industri yang sudah siap menyambut industri 4.0. Pabrikan maupun produknya sudah menggunakan teknologi tersebut.

Siemens juga menjadi acuan dalam Penerapan Sistem Manajemen Terpadu (Integrated Management System /IMS). Penerapan konsep integrasi telah membawa dampak positif bagi perusahaan seperti hasil produksi kian berkualitas, tenaga kerja memiliki standarisasi, pemilihan komponen produksi yang selektif, hingga pengurangan biaya produksi, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan pengalaman pelanggan atas produk Siemens. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!