Demokrat: Jangan Ada Negara Dalam Negara.

Perusakan atribut PD diduga dilakukan secara terstruktur dan terorganisir, ada master-mind dan inisiatornya, atas permintaan dan instruksi dari institusi tertentu. PD berharap, jangan ada negara dalam negara.


Possore.com — Sekjen Partai Demokrat Hinca Padjaitan mengatakan informasi yang disampaikan Kapolda Riau dan Menkopolhukam Wiranto terkait perusakan baliho Partai Demokrat di Riau dan tudingan bahwa ada kader Demokrat yang merusak baliho caleg PDIP tak sesuai dengan fakta temuan tim investigasi partai di lapangan.

“Kami berpendapat bahwa pernyataan Kapolda Riau dan Menkopolhukam Wiranto tidak mencerimankan fakta yang sesungguhnya. Juga tidak sesuai dengan informasi dan kesaksian yang didapatkan oleh Partai Demokrat. Oleh itu kami luruskan,” kata Hinca dalam konferensi pers yang berakhir Rabu dinihari (19/12).

Dalam penjelasan resminya, PD menyatakan, baliho SBY dan perusakan atribut PD diduga dilakukan secara terstruktur dan terorganisir, diduga ada master-mind dan inisiatornya. Diduga juga ada permintaan dan instruksi dari institusi tertentu.

PD tidak menyebut langsung institusi dimaksud. Namun PD menyatakan, sejauh yang mereka ketahui tidak ada keterlibatan PDIP sebagai inisiator dan master mind yang dimaksud. Kalau toh ada, PDIP hanya dimanfaatkan. Demikian juga keterlibatan Partai Demokrat sendiri, jelas tidak ada.

Yang menarik dan cukup keras adalah harapan Partai Demokrat terkait kasus ini, antara lain menyebut, jangan ada negara dalam negara.

Hinca memastikan, kader Demokrat tak terlibat dalam perusakan baliho caleg PDIP di Riau karena memang berada dalam lokasi yang berbeda.

Hinca juga mengatakan bahwa Demokrat tidak bermaksud membesar-besarkan kasus perusakan baliho. “Untuk apa dibesarkan karena memang sudah besar. Justru jangan dikecil-kecilkan. Jangan dianggap angin lalu. Kita bongkar bersama. Ini bisa merusak demokrasi,” kata Hinca.

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto mengatakan, dirinya mendapat laporan dari Kapolri Tito Karnavian, bahwa perusakan baliho Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pekanbaru akhir pekan lalu dilakukan oleh oknum-oknum dari partai tertentu. Oknum tersebut, kata Wiranto, berasal dari PDIP dan Partai Demokrat sendiri.(lya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!