Fahri: Jokowi Turun Kelas Ikut Tanggapi Kasus HBS

Mengomentari kasus HBS ini menurut Fahri, membuat presiden turun kelas jauh. Jauh sekali. Dari kelas berat ke kelas layang-layang. ”Aneh memang, PENASEHAT presiden selalu salah bisikan, ini termasuk bisikan sesat.”


Possore.com — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, kembali bicara terkait penahanan Habib Bahar bin Smith (HBS). Setelah sebelumnya  meminta polisi menjelaskan penahanan HBS agar tidak menimbulkan spekulasi di dalam masyarakat, Fahri mengatakan kasus ini membuat presiden turun kelas, jauh.

Melalui akun twitternya, Kamis pagi (20/12), Fahri menyatakan calon presiden petahanan, Jokowi, akan kehabisan tenaga dan penantang semakin merajalela.

”Ini analisis tambahan yang membuat saya yakin, bahwa sedang ada disain untuk mengalahkan petahana secara sempurna. @jokowi seperti sedang dilumpuhkan dengan jurus penguras tenaga. Terakhir nanti akan menyerah tiba2. Tamat,” demikian cuitan Fahri Hamzah.

”Aktor2 baru bermunculan menjadi lawan presiden, Tim presiden @jokowi seperti sengaja menciptakan musuh baru yg bukan sebenarnya, sementara penantang capres makin fokus mendekati pemilih. Akibatnya petahana kehabisan tenaga dan penantang semakin merajalela.”

Fahri juga menyorot, Presiden Jokowi mengirim utusan mondar-mandir ketemu Habib Rizieq Shihab (HRS) di Makkah untuk negosiasi, lalu gagal. Malah HRS makin garang dan menguntungkan lawan, Sekarang presiden memilih lawan anak bawang, HBS ini anak baru 33 tahun. Sekarang jadi besar,, ulas Fahri.

Menurut Fahri, pantas aja kalau Orang bilang, “presiden kemam aja selama ini?”.

Mengomentari kasus HBS ini menurut Fahri, membuat presiden turun kelas jauh. Jauh sekali. Dari kelas berat ke kelas layang-layang. ”Aneh memang, PENASEHAT presiden selalu salah bisikan, ini termasuk bisikan sesat.” Cuitan Fahri berikutnya.

Dia mengatakan, konsultan citra Yang menyuruh presiden Jokowi bicara soal kriminalisasi ulama dalam momen HBS itu bikian Fahri gemes. ”Istilah kriminalisasi ulama itu muncul dalam kasus #Habib Rizieq dan banyak ulama sejak 2016 yg dulu presiden diam saja. Sekarang malah ngomong ambil untung.”

Sebelumnya, Presiden Jokowi memang mengatakan, soal penahananan oknum ulama seperti kasus yang terjadi pada Habib Bahar bin Smith, jangan diartikan sebagai langkah kriminalisasi ulama oleh pemerintah.

“Ini jangan sampai karena ada kasus hukum terus yang disampaikan adalah kriminalisasi ulama,” kata Jokowi saat berpidato dalam acara Deklarasi Akbar Ulama Madura Bangkalan di Pilpres 2019, Rabu (19/12/2018), di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Jatim.

Sementara menanggapi cuitan Fahri Hamzah, salah satu netizen bereaksi, bahwa Jokowi tidak ngurusin penjahat kriminal. ”Yg hebat adalah polisi yg membantu masyarakat utk secepatnya mengetahui bhw HB bukan pemuka agama tetapi penjahat kriminal. FH melindungi penjahat karena ingin ikut menikmati kekuasaan jika PS jadi presiden. Gampang khan?” demikian kicauan salah satu netizen.(lya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!