Museum Maritim Indonesia akan Simpan Koleksi Pribadi Djuanda

JAKARTA (Pos Sore) -– Museum Maritim Indonesia akan menyimpan beberapa koleksi pribadi Pahlawan Kemerdekaan Ir. H Djuanda. Koleksi pribadi pencetus Deklarasi Djuanda tersebut terdiri dari seragam militer dengan pangkat Jenderal Tituler, yang diberikan Proklamator RI Soekarno, pernghargaan Bintang Mahaputra, serta tempat surat.

Koleksi pribadi Djuanda itu diserahkan oleh pihak keluarga kepada pengelola Museum Maritim Indonesia, untuk memperkaya khasanah pengetahuan kemaritiman di Tanah Air.

Penyerahan koleksi pribadi tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan Workshop Temu MUGALEMON (Museum, Galeri, dan Monumen), yang kali ini diadakan di Museum Maritim Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/12).

“Kami sangat mengapresiasi pemberian koleksi pribadi Pahlawan Kemerdekaan Ir. H Djuanda kepada Museum Maritim Indonesia. Koleksi-koleksi tersebut akan menjadi salah satu perangkat untuk mempelajari masa lalu dan sekaligus menginterpretasikan sejarah Indonesia sebagai bangsa maritim,” kata Direktur Utama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Amri Yusuf, saat memberikan sambutan.

Amri mengatakan, museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak dalam arti konvensional. Lebih dari itu, Museum Maritim Indonesia harus menjadi sarana penyebaran informasi, peningkatan citra, identitas, dan budaya yang terus berkembang, serta proyeksi perubahan di masa yang akan datang.

Temu MUGALEMON merupakan pertemuan rutin para pengurus serta komunitas pecinta Museum, Galeri, dan Monumen. Pertemuan kali ini mengusung tema ‘Museum sebagai Pilar Pemajuan kebudayaan’. PT PMLI sebagai pengelola Museum Maritim Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan.

Workshop ini sendiri menjadi wadah bertukar pengalaman dalam pengelolaan museum serta evaluasi terhadap aktivitas museum di Jakarta, selama tahun 2018.

Workshop dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid. Hadir sebagai pembicara antara lain Dirut PT PMLI, Amri Yusuf; Ketua AMI Paramita Jaya DKI Jakarta, Yiyok T. Herlambang; serta Dewan Pakar AMI Paramita Jaya DKI Jakarta, Nunus Supardi.

Dalam kesempatan ini Museum Maritim Indonesia memaparkan rencana pengembangan museum yang baru diluncurkan pada 7 Desember lalu, di hadapan Direktur Jenderal Kebudayaan, para kepala museum dan asosiasi pemerhati museum.

Momen ini juga menjadi awal Museum Maritim Indonesia memperkenalkan dunia pelabuhan dan kemaritiman dengan mengadakan kunjungan ke berbagai terminal dan bangunan-bangunan bersejarah di pelabuhan Tanjung Priok.

Amri berharap, pengembangan Museum Maritim Indonesia akan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak dan masyarakat luas. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!