Dana Bantuan WP Kemenkop UKM Berhasil Tingkatkan Produktivitas UMKM

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM menghadirkan dua penerima dana bantuan Wirausaha Pemula (WP) yaitu Erna Dyah Wilujeng asal Boyolali yang menggeluti usaha handycraf dan Diana Budiarti asal Banjarnegara yang bergerak dalam usaha kuliner.

Kedua penerima WP ini contoh WP yang sukses berwirausaha. Meski mereka hanya menerima dana bantuan WP sebesar Rp 10 juta dan Rp 13 juta, namun mereka bisa mengembangkan usahanya hingga dikirim ke berbagai daerah yang dijual dengan cara online.

“Mereka diharapkan dapat menularkan semangat berwirausaha di kalangan masyarakat. Deputi Pengembangan SDM mendukung seluruh Deputi di Kemenkop untuk meningkatkan semangat berwirausaha di kalangan masyarakat,” kata Deputi Pengembanhan SDM Rulli Nuryanto, di Jakarta, Jumat (1/2).

Dijelaskan, sebelum menerima dana WP, mereka mendapatkan pelatihan terlebih dulu agar mereka mendapatkan gambaran tentang usaha apa yang pas untuk dijalankan. Ketika selesai mengikuti pelatihan, diharapkan peserta tidak lagi bingung mencari usaha apa yang akan dikerjakan.

Erna mendapatkan dana bantuan WP pada 2015. Ia mu­lai berusaha pada 2009 dengan modal satu mesin jahit warisan ibunya dan uang 250 ribu rupiah. Pada 2015, ia mendapat bantuan modal se­besar 10 juta rupiah yang ia gunakan untuk menambah mo­dal.

Setelah mendapat tambahan modal, usaha Erna pun semakin berkembang. Bahkan, dirinya banyak mengikuti aneka pela­tihan kewirausahaan. Saat ini, Erna yang memiliki usaha kerajinan Bantal Kreatif sudah memiliki karyawan sebanyak 15 orang.

“Dulu, manajemen keuang­an usaha saya tidak memisah­kan antara keuangan bisnis dan uang pribadi. Setelah mendapat pelatihan manajemen keuangan yaitu Lamikro, manajemen ke­uangan usaha saya mulai tertata rapi,” tuturnya.

Melalui Lamikro ia bisa mengetahui berapa laba yang didapat, berapa pula modal yang sudah dikeluarkan. Tidak lagi tercampur aduk seperti sebelumnya. Erna yang juga memanfaatkan limbah selain kerajinan bantal, ini pun bisa mengalami kemajuan pesat.

“Berkat pelatihan kewirausahaan dan Program bantuan WP dari Kemenkop UKM sebesar Rp 10 juta kini usaha saya jadi sangat maju dan dapat bermanfaat membantu memperkerjakan orang lain,“ tuturnya.

Sementara itu, Yana yang mendapatkan dana bantuan WP dari Kemenkop UKM, mengakui merasa terbantukan. Terlebih ia juga mendapatkan pelatihan berusaha. Dalam pelatihan ini ia menjadi mengetahui jika bahan baku produksi disatukan dengan barang yang sudah jadi.

“Ternyata ini tidak boleh karena akan membuat produk menjadi tidak enak. Karena pada 2018 saya memperoleh bantuan dana WP Rp 13 juta, maka dana tersebut saya gunakan untuk beli prizzer sehingga bahan baku bisa saya pisahkan dengan barang produksi yang sudah jadi,” jelasnya.

Ia sendiri mengolah aneka kuliner dalam 13 varian dan semua berbahan ikan mengingat daerah asalnya sentra ikan, terutama ikan mujaer. Mulai dari kerupuk ikan, abon ikan lele, keripik ikan mujair, cemilan abon ikan, hingga stik tulang ikan. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!