Coaching Ajarkan Mahasiswa Kembangkan dan Berdayakan Potensi Diri

JAKARTA (Pos Sore) — Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah mengikuti kegiatan ‘Empowering the New Generation’ yang diadakan Loop Institute of Coaching bekerjasama dengan Program S2 Psikologi dan Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah.

Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan Fakultas Psikologi, Dr. Abdul Rahman Saleh, M.Si, Kepala Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah Salamah Agung, Ph.D dan Ketua Panitia dari Loop Batch 29 Firly Kusumajaya, ini bertujuan agar mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja yang memiliki tantangan berbeda dengan dunia pendidikan.

“Mereka harus siap untuk berkompetisi, menjalin hubungan dengan berbagai karakter orang, menampilkan kinerja terbaik, mengambil keputusan, dan sebagainya,” kata Firly Kusumajaya, di Jakarta, dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (16/2).

Ia menjelaskan, Empowering the New Generation adalah suatu program yang bertujuan mengembangkan dan memberdayakan generasi baru melalui coaching. Coaching adalah bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya dengan proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.

Dikatakan, kegiatan ini melibatkan 33 coach dari Certified Profesional Coach Program Angkatan 29 dari LOOP Institute of Coaching yang terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang berbeda (pengusaha, dokter, pendidik, perbankan, CEOs, manager, pendiri komunitas, dan lain sebagainya).

Menurutnya, coaching memegang peranan penting. Mengapa demikian? Karena coaching bertujuan untuk memprovokasi coachee untuk mengeluarkan potensi-potensi terbaiknya. Coachee akan dirangsang untuk berpikir, memutuskan rencana tindakan yang akan diambil, memiliki accountability terhadap tindakan tersebut melalui ‘powerful question’.

“Proses coaching membantu coachee memperoleh “Aha” moment sehingga mereka akan secara sadar menemukan dan mengeluarkan potensi yang dimilikinya. Inilah mengapa coaching penting dalam proses pemilihan karir,” ujarnya.

Seorang coach di antaranya dapat membantu coachee untuk mencapai tujuan dan target performa, memecahkan masalah, merencanakan tindakan ke depan, serta membuat keputusan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan peran coach dan proses coaching di lingkungan pendidikan. Selain itu, memperkenalkan coaching sebagai sebuah metode untuk pengembangan diri kepada para mahasiswa sebagai generasi millenial,” terangnya.

Kegiatan ini juga untuk membantu mengembangkan dan memberdayakan generasi baru di Indonesia melalui pendekatan coaching, memberikan motivasi dan pembekalan dalam bersaing dan berkompetisi di dunia kerja, serta memberdayakan semaksimal mungkin potensi yang ada pada mahasiswa.

Esnida, seorang mahasiswa yang menjadi peserta kegiatan, mengatakan, coach membantu meluaskan pandangan dirinya terhadap suatu masalah, sehingga ia menjadi lebih sadar dan bijak dalam memutuskan langkah apa yang akan diambilnya.

Sementara itu, Eureka, menilai coach membantu dirinya menjadi lebih percaya diri dan yakin bahwa ia memiliki potensi dan dapat mencapai goalnya. Terlebih dalam kegiatan ini juga diajarkan bagaimana mempersiapkan diri di dunia kerja melalui coaching. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!