Melalui Film ‘Mantan Manten’, Sanken Ajak Masyarakat Konsumsi Air Minum Higienis

PENGGUNAAN dispenser bukan lagi menjadi barang mewah. Bisa dibilang hampir semua lapisan masyarakat menggunakannya. Tak melulu masyarakat dari kalangan “the have” saja. Masyarakat di pelosok desa pun sudah akrab dengan dispenser. Tak terkecuali masyarakat yang masih kental dengan budaya lokalnya.

Lihat saja dalam film ‘Mantan Manten’ yang dibintangi Atiqah Hasiholan (Yasnina Putri), Arifin Putra (Surya), Tutie Kirana (Koes Marjanti), Tyo Pakusadewo (Arifin Iskandar), Marthino Lio (Ardy), Oxcel (Salma), Dodit Mulyanto (Darto). Dalam film yang mulai tayang di bioskop-bioskop pada 4 April 2019 terlihat produk dispenser ‘berdiri’ elegan dalam ‘rumah kampung’ nan asri. Suatu perpaduan antara tradisi dan modern.

Dan, dispenser yang dipakai pun dispenser terbaru yang jarang-jarang kita temui saat ingin mengambil air minum dari dispenser. Jika biasanya yang sering kita lihat dispenser dengan satu galon dengan galon di posisi atas, nah dispenser yang ikut bermain dalam film besutan sutradara Farishad Latjuba, adalah dispenser dengan dua galon: galon atas, galon bawah.

Itu artinya, barang modern dan canggih semacam dispenser dua galon sudah merambah ke masyarakat yang masih kental dengan budaya lokalnya. Memadukan perkembangan teknologi modern dengan kehidupan budaya lokal (Jawa) yang kental menjadi keunikan tersendiri di dalam film ‘Mantan Manten’.

Rupanya dispenser yang ikut ‘main film’ itu adalah dispenser dua galon dari Sanken (HWD Z990 Sanken). Mendengar kata Sanken, pastinya nama yang sudah melekat di benak publik. Nama brand yang sering wara wiri mendapatkan award terkait inovasi produk yang dikeluarkan oleh Sanken. Sebut saja penghargaan Super Brand selama 5 tahun berturut-turut yang diraih Sanken. Belum lagi penghargaan ‘Pertama di Indonesia’ (PERDI).

Hebatnya lagi, Sanken Duo Gallon merupakan higienis water dispenser pertama di Indonesia. Sanken sendiri adalah brand lokal asli Indonesia! Mungkin itu barangkali yang membuat Visinema Pictures ‘kesemsem’ hingga akhirnya produk itu pun nongol di film ‘Mantan Manten’ bak artis film. Ya jelas Sanken bangga, karena tidak sembarang produk bisa ikut ‘main film’.

Bukan Farishad Latjuba namanya kalau tak bisa menampilkan cerita film yang pesannya sampai ke masyarakat penonton. Sutradara terkenal yang sukses menggarap film ‘Mantan Terindah’ ini begitu apik memasukkan alur cerita yang mengaitkannya dengan produk dispenser duo galon.

Ada alur cerita yang secara tidak langsung mengedukasi masyarakat pentingnya konsumsi air minum yang higienis. Air yang sehat bisa diperoleh antara lain melalui pemilihan produk dispenser yang tepat. Di sinilah Sanken melalui tangan sutradara menyelipkan kampanye hidup sehat dengan konsumsi air yang sehat.

“Dalam film ini kita menyisipkan pesan bagaimana hidup sehat dengan meminum air putih lewat Higienis Water Dispenser, yaitu Dispenser Sanken Duo Galon yang merupakan pemegang penghargaan Super Brand selama 5 tahun berturut-turut,” kata Teddy Tjan, Direktur Marketing PT. Istana Argo Kencana.

Pesan yang disampaikan Sanken tersebut muncul pada potongan adegan Atiqah Hasiholan mengulurkan minuman air putih kepada Tutie Kirana. Ada juga adegan di saat pengantin pria sangat cemas, karena pakaian pengantinnya kekecilan. Setelah minum air mineral dari dispenser duo galon Sanken seketika ketegangan hilang pada pengantin prianya. 

Potongan adegan tersebut mengalir tanpa dibuat-buat. Terkesan biasa memang karena menggambarkan perilaku sehari-hari, tetapi produk Sanken tergambar jelas di sana. Selintas tidak ada kesan “promosi produk”, apalagi menggurui atau menjelekkan produk lain.

Karena sudah biasa menghasilkan karya film yang bagus, pesan sponsor pun dikemas sedemikian apiknya. Entah kalau bukan Echa — sapaan sang sutradara, yang menggarapnya, mungkin ‘jualan produknya’ akan sangat terlihat.

“Adegan orang ambil air minum, lalu mengulurkan untuk orang lain, adalah hal sederhana. Tetapi dari yang sederhana itu kita sejatinya sedang jualan, sedang nitip pesan,” kata Teddy lagi.

Air minum menjadi kebutuhan dasar manusia sehari-hari. Tubuh akan mengalami masalah jika kurang minum air mulai dari dehidrasi, sembelit, kulit kering, kram otot, kelelahan, dan banyak lagi. Efeknya, jelas bisa menganggu sistem kerja tubuh.

“Karenanya, penting bagi kita untuk selalu menyetok persediaan air minum. Di rumah maupun di kantor, perangkat dispenser bisa menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan air minum. Selain sangat praktis, juga ekonomis,” lanjutnya.

Meski tak selalu tampil sepanjang durasi film ‘Mantan Manten’, Sanken berhasil menyampaikan pesannya: bahwa penting menyediakan air minum dalam jumlah cukup dengan dukungan perangkat yang praktis. Terlebih model dispenser ini memberikan kemudahan bagi pengguna terutama saat hendak mengganti galon yang telah habis airnya.

“Pengguna tidak perlu repot lagi mengangkat galon yang penuh dengan air karena galon bawah bisa langsung berfungsi. Teknologi inovasi dispenser duo galon dikembangkan oleh team insinyur Jepang bekerjasama dengan insinyur putra- putri anak bangsa Indonesia,” ujarnya penuh bangga.

Film ‘Mantan Manten’ sendiri dikemas dengan genre drama cinta dan dibalut dengan sentuhan kultur budaya yang sarat akan nilai positif. Film Mantan Manten ini menggambarkan perjuangan seorang wanita bernama Yasnina yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan.

Mengisahkan Yasnina seorang manajer perusahaan besar yang terpuruk hingga harus kehilangan segalanya termasuk tunangannya. Dalam keterpurukannya tersebut ia terpaksa menjadi asisten dukun manten untuk bisa bangkit.

Perjuangan untuk bangkit tersebut harus melalui jalan berliku dengan alur cerita yang benar-benar mampu menguras energi dan emosi penonton terutama kalangan perempuan. Film ini dikembangkan bersama Jenny Jusuf penulis skenario yang sukses mengangkat film Filosofi  Kopi.

“Ini cerita original. Kenapa saya memulai cerita ini? Karena saya ingin angkat cerita perempuan, karena pada dasarnya saya hidup dikelilingi perempuan yang powerfull. Cuma apa yang menarik, yang bisa digabungkan dengan adat yang sampai sekarang masih ada, lalu saya ambil budaya Jawa,” papar sang sutradara, Farishad Latjuba

Anggia Kharisma, Produser film Mantan Manten, juga mengemukakan hal yang sama. Menurutnya Mantan Manten bukan sekedar cerita tentang cinta antara dua manusia seperti kebanyakan kisah cinta. Ini tentang cinta yang universal.

Yaitu cinta seseorang pada pekerjaan, pasangan, dan cinta seseorang pada diri sendiri, yang menurutnya, sangat jarang menemukan kisah film seperti itu. Baginya, ‘Mantan Manten’ bukan hanya kisah cinta yang dibalut apik dengan latar belakang budaya Jawa.

“Tapi lebih daripada itu, bagaimana ketahanan seorang perempuan untuk tetap bisa berdaya di titik paling rendeh hidupnya,” tandas Anggia selaku produser yang sukses membawa film Keluarga Cemara di awal tahun 2019 ini.

Ada keunikan lain yang disampaikan dalam film tersebut. Dikatakan unik karena Visinema Picture juga mengajak masyarakat melupakan mantan dengan mengadakan kampanye buang barang dari mantan melalui banner bertuliskan ‘galau hubungan asmara’.

Kampanye tersebut sepertinya sejalan dengan Sanken: tinggalkan dispenser model lama yang merepotkan dan beralih ke model dispenser dua galon yang lebih praktis. Seperti semangat Yasnina untuk menjadi yang lebih baik dibanding hari sebelumnya. Mungkin seperti itu. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!