Anang: Perbedaan Politik Dalam Pemilu Tidak Boleh Rusak Persaudaraan

JAKARTA, Possore,com– Pemilihan umum (pemilu) serentak yakni pemilihan presiden-wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Rabu (17/4) harus dilakukan riang gembira.

Perbedaan pilihan bukan menjadi penyebab putusnya silaturahmi dan persaudaraan. Hal itu dicontohkan langsung di keluarga Anang Hermansyah, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga musisi kondang Anang Hermansyah.

Anggota Komisi X DPR RI membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olah raga, parawisata dan ekonomi kreatif tersebut mengatakan, perbedaan pilihan politik dalam Pemilu 2019 merupakan hal biasa.

Menurut dia, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadikan keadaan menegang dan merusak persaudaraan. “Bagi saya, perbedaan pilihan politik hal yang biasa saja. Tak perlu dibawa pada urusan perasaan apalagi sampai baper,” kata Anang kepada Possore.com di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/4).

Menurut Wakil Rakyat dari Dapil IV Provinsi Jawa Timur tersebut, situasi itu dia terapkan di rumah tangga dia. Anang memaparkan istri dan anaknya memiliki perbedaan pilihan politik dalam Pemilu 2019 mendatang.

“Kegembiraan itu saya terapkan di dalam rumah saya. Istri saya memilih Paslon 01 karena dinilai dalam 4,5 tahun sukses membangun infrastruktur. Sedangkan anak saya Aurel memilih paslon 02 karena figur Pak Sandi dianggap sosok muda yang dekat dengan karakter millenial,” urai Anang.

Namun, Anang enggan mengungkap pilihan politiknya pada Pemilu nanti. Menurut dia, sebagai kepala keluarga di rumahnya, dia harus memposisikan diri sebagai pihak yang berada di tengah.
“Pilihan politik saya rahasia. Saya berada di tengah di antara pilihan yang beradam di anggota keluarga. Saat di TPS, pasti saya akan memilih pilihan saya,” kata Anang diplomatis.

Menurut musisi kelahiran Jember 18 Maret 1969 tersebut, dirinya sebagai kepala keluarga membebaskan pilihan politik kepada keluarganya, tidak terkecuali para asisten rumah tangganya.

Anang menyebutkan, demokrasi tidak sekadar jargon tetapi pelaksanaan kata-kata. “Inilah demokrasi. Tidak sekadar jargon tanpa makna. Mari kita rayakan demokrasi ini dengan kegembiraan,” tambah Anang.

Karena itu, Anang mengharapkan pelaksanaan Pemilu serentak 2019 berjalan dengan lancar, baik dari sisi penyelenggaraan dan hasil Pemilu.

Dia juga berharap, Pemilu 2019 dapat menghasilkan wakil rakyat yang peduli dengan persoalan hajat hidup orang banyak dan presiden-wapres yang menunaikan janji-janjinya selama kampanye tujuh bulan terakhir ini.

“Harapan saya, pemilu 2019 berjalan dengan lancar, damai dan dilaksanakan dengan kegembiraan. Pemilu harus menghasilkan wakil rakyat yang peduli dengan persoalan rakyat serta presiden dan wapres yang menunaikan janji-janji politik selama kampanye,” demikian Anang Hermansyah. (decha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!