25.6 C
New York
12/08/2020
Nasional

Jiwanya Terancam,Pelapor Money Politic Lapor Ke Polda Sumsel

PALEMBANG (Pos Sore.com)-Baharuddin, pelapor dugaan money politic yang dilakukan caleg DPR RI, KM, dari Partai Golkar ke Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan dan Bawaslu RI, Jumat (26/4/2019) mendatangi Mapolda Sumsel.

Baharuddin mengaku, dirinya dihubungi seseorang yang diduga kuat orang suruhan KM dua hari sebelumnya. Dalam pembicaraan telepon itu, orang suruhan KM tersebut menyampaikan ingin bertemu dan minta permasalahan KM diluruskan sekaligus laporan di Bawaslu Sumsel dan Bawaslu RI ditarik.

“Dia tidak mengancam cuma mau ketemuan saja. Bahasanya ‘kalau bisa diluruskan, luruskan’. Saya tidak tahu nama yang menghubungi saya, yang pasti orang suruhan KM. Omongannya menekan, minta cabut laporan,” kata Baharuddin usai melapor ke SPKT Polda Sumsel didampingi rekannya, Febriyansah.

Setelah itu Baharuddin mengaku merasa cemas dan ketakutan orang itu bisa mengancam jiwanya secara pribadi sehingga dia melaporkan kejadian itu ke SPKT Polda Sumsel.

“ Dalam hal ini kami bukan mau meras, bukan mau mencari duit , cuma menegakkan kebenaran di daerah kami. Itu saja sesuai laporan kita kemarin, kalau mau cari duit cukup kita usaha, “ kata warga Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin ini menjelaskan alasannya melaporkan KM ke Bawaslu.

Namun, menurutnya, laporannya ke Polda Sumsel tidak diterima lantaran Polda Sumsel mengarahkan agar laporan mereka di Bawaslu Sumsel dan Bawaslu RI tetap ditangani saja, karena masih masuk ranah pemilu.

Hal senada dikemukakan Febriyansah, pihaknya ingin keadilan atas pengaduan ke Bawaslu Sumsel dan Bawaslu RI.
Febriyansah yakin laporannya di Bawaslu bisa diproses karena waktunya belum mencapai 7 hari kerja sebagaimana ketentuan Bawaslu.

“Harusnya laporan kami tidak mental menurut undang-undang Bawaslu dan KPU, jika barang bukti yang kami terima itu sebenarnya kami terima sehari sebelum hari pencoblosan sedangkan pengakuan masyarakat di lapangan barang bukti yang kami terima di lapangan itu memang dikasih 2 minggu sebelum hari pencoblosan.

 

Di situ saja kita sudah mengetahui adanya kekeliruan , karena di dua minggu sebelum hari pencoblosan itu masa tenang,” katanya.

 

“Jadi satu yang kami minta, kalaupun proses ini dikatagorikan mentah, kami minta kejelasan yang akurat yang sedetil-detilnya, mohon kami diundang Bawaslu sebagai masyarakat,” katanya. (btp)

Related posts

Bank BTN Santuni 5000 Anak Yatim

Tety Polmasari

Pancasila Harus Diterapkan Untuk Mewujudkan Kesatuan Dan Persatuan Bangsa.

bambang tri

Ahmadi Noor Supit : Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Tety Polmasari

Leave a Comment