Gaungkan IQE 2019, BSN Adakan Konvoi Kampanye Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI

JAKARTA (Pos Sore) — Untuk menggaungkan Indonesia Quality Expo (IQE) ke-7 dan mensuarakan pentingnya produk ber-SNI dan ramah lingkungan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, Universitas Diponegoro, serta PT. Triangle Motorindo (VIAR) menyelenggarakan Konvoi Kampanye Kendaraan Listrik & Sepeda Ber-SNI 2019 di Semarang pada awal Oktober 2019.

Acara ini akan diikuti sedikitnya 500 peserta dari stakeholder baik di Jateng maupun di luar Jateng. Rencananya, Bapak Gubernur Jateng, Walikota Semarang, Rektor UNDIP, serta Kepala BSN turut ambil bagian dalam acara ini.

Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN, Nasrudin Irawan, menjelaskan, acara ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan dalam rangkaian IQE. Dalam rangkaian IQE 2019, acara akan diawali dan dimeriahkan dengan Konvoi Kampanye Kendaraan Listrik & Sepeda Ber-SNI 2019.

“Tujuan Konvoi ini di antaranya mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik dan produk-produk lain yang ber-SNI serta mendukung program pemerintah Langit Biru. Seperti diketahui, saat ini Pemerintah mendorong pengembangan produk yang ramah lingkungan. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kendaraan listrik,” ujar Nasrudin.

Dia melanjutkan, BSN sangat berkepentingan untuk ikut serta menyuarakan pentingnya produk ber-SNI dan ramah lingkungan, mengingat sejumlah negara, bahkan seperti negara Eropa, Inggris dan Perancis mulai mewajibkan penggunaan kendaraan listrik untuk menekan angka emisi gas buang.

Karenanya, sebagai negara yang sangat concern terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup warganya, Indonesia terus berkomitmen untuk mengurangi emisi gas buang yang dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik.

Penggunaan kendaraan listrik juga diharapkan dapat mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil ke bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti tenaga air, tenaga matahari, tenaga angin, dan lain-lain.

Jawa Tengah dipilih BSN menjadi tempat pelaksanaan kegiatan karena BSN menilai Provinsi Jawa Tengah berkomitmen tinggi dalam mewujudkan langit biru yang ditandai dengan diterimanya penghargaan Pengembangan Green Energy “Anugerah Energi Prabawa 2018” oleh Menteri ESDM.

“Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang menerima penghargaan tersebut,” sebut Nasrudin, dalam Ngobrol Bareng Santai Standar Nasional Indonesia (NGOBRAS SNI), di Jakarta, Jumat (26/4).

Maka tak heran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-7 yang diadakan BSN pada 11 – 14 Oktober 2019 di Java Supermall, Semarang, Jawa Tengah, mendapat dukungan dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Saat ini, BSN telah menetapkan SNI wajib untuk sepeda. Sementara untuk kendaraan listrik, SNI baru per komponen. Nasrudin mengungkapkan, BSN dalam penetapan standarisasi juga menunggu usulan dari masyarakat.

Jika SNI itu wajib, maka produk secara keseluruhan dan utuh harus mengantongi SNI. Jika bersifat belum wajib, semakin suatu produk melengkapi komponen ber-SNI maka daya saing produk juga akan tinggi. Pasar luar negeri pun pertama kali melihat standar. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!