Tinggi, Animo Masyarakat Kunjungi Indonesia Science Day 2019

JAKARTA (Pos Sore) — Hari ketiga penyelenggaraan Indonesia Science Day (ISD) 2019 yang diadakan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-Iptek) masih menyedot perhatian masyarakat. Antusias untuk mengunjungi kegiatan yang sarat dengan science begitu besar.

Mungkin bisa jadi kegiatan yang mengangkat tema ‘Mendorong Terciptanya Sumber Daya Iptek Memasuki Era Industri 4.0’, itu berisikan workshop yang cukup menarik untuk diikuti.

Sebut saja Workshop Vlog untuk Personal Branding dari Kok Bisa Channel feat Daya Maya, Workshop Proyek Dekonstruksi dari Kok Bisa Channel feat Erudio, Workshop Satelit A2 dari LAPAN, Workshop Rubber Power Plane dari PT Dirgantara Indonesia, dan Workshop Kamera Lubang Jarum dari Komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia.

Ada juga Lomba Mewarnai dan Menggambar Sains dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Talkshow Kids University dari PP-IPTEK yang dibawakan oleh Pakar PAUD, Workshop How to Doodle on Shirt dari Tukang Doodle, serta Workshop Hidroponik dan Penemu Cilik dari PP-IPTEK.

Kunjungan masyarakat ke kegiatan ISD 2019 yang berlangsung pada 25-28 April 2019, juga memenuhi area both peserta dari perguruan tinggi. Pusat Neurosains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) misalnya begitu diminati pengunjung.

“Keikutsertaan Pusat Neurosains (PN-UHAMKA) dalam acara ini bentuk keaktifan UHAMKA untuk terus berinovasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami perkembangan pesat,” kata dr. Rizki Edmi Edison, PhD, Direktur Pusat Neurosains UHAMKA, Sabtu (27/4).

Rizki menjelaskan inovasi yang dihasilkan PN-UHAMKA tersebut menjadi inovasi yang mengundang perhatian pengunjung. Sebagian besar mereka ingin tahu lebih banyak bagaimana mekanisme kerja alat tersebut.

Salah satu inovasi yang ditampilkan Pusat Neurosains UHAMKA adalah pengembangan instrumen pencitraan otak terbaru yang bersifat non-invasive, real-time, mobile, dan practical. Pengembangan instrumen ini hasil kerjasama Pusat Neurosains UHAMKA dengan CTECH Labs Edwar Technology melalui Program Pengembangan Teknologi Industri Kemristekdikti.

“Instrumen yang dikembangkan ini kami namakan sebagai Integrated Single-Channel EEG-ECVT,” jelas Rizki.

Di ajang inipun ditampilkan beberapa hasil penelitian Pusat Neurosains UHAMKA seperti Neuro-Leadership (kerjasama dengan Bank Indonesia Institute), pemetaan aktivitas otak anak dan remaja yang terindikasi adiksi pornografi  yang dilakukan dengan teknologi EEG.

Pemetaan aktivitas otak anak dan remaja yang terindikasi adiksi pornografi ini hasil kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Yayasan Kita dan Buah Hati.

“Pengembangan alat pencitraan otak ini akan mampu memberikan pencitraan otak yang lebih akurat dan mendeteksi gangguan di otak lebih cepat karena bersifat real-time dan mobile,” jelasnya.

Pusat Neurosains juga berhasil menganalisa efektivitas health graphic warning pada bungkus rokok yang dinilai dengan teknologi eye tracker. Semua metode tersebut ditampilkan di botth UHAMKA.

Rizki berharap melalui ajang ISD 2019 ini Pusat Neurosains UHAMKA bisa saling berbagi wawasan dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak.

Masyarakat yang ingin melihat demonstrasi alat pencitraan otak yang sedang dikembangkan tersebut bisa datang ke booth UHAMKA pada ajang ISD 2019 di PP IPTEK TMII.

Selain menampilkan produk neurosains, UHAMKA juga menampilkan beberapa inovasi dan penemuan di bidang IPTEK hasil penelitian dan pengembangan dari mahasiswa dan dosen. Di antaranya alat konversi energy panas buang menjadi energi listrik, alat menyalakan lampu dengan tepuk tangan, rompi anti peluru dan berbagai produk farmasi seperti shampoo, green tea care, pasol karbol, pembersih tangan, balsam dan lainnya.

Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-Iptek) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristedikti) Mochammad Syachrial Annas, mengaku senang melihat animo masyarakat untuk mengikuti Indonesia Science Day, yang meningkat pesat.

“Kita harus terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi milenial pentingnya menumbuhkan kecintaan pada anak tentang sains. Itu sebabnya, PP IPTEK terus menambah galeri peralatan agar mereka memiliki gambaran utuh terkait produk hasil iptek,” katanya.

Di wahana PP IPTEK sesungguhnya juga bisa menjadi jawaban atas cita-cita anak. Yang semula belum punya gambaran, ketika berkunjung ke sini menjadi lebih tahu bahwa cita-cita yang diimpikan proses akhirnya akan seperti yang terlihat di dalam wahana. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!